Kadis PUPR Uu: Akan Diusulkan Tahun 2020

Warga Ingin Jalan Mulus

32
RUSAK. Jalan di Kelurahan Lengkong Jaya rusak Kamis (7/2). Warga meminta jalan tersebut diperbaiki.Yana Taryana / Rakyat Garut

KARANGPAWITAN – Warga di Kelurahan Lengkong Jaya Kecamatan Karangpawitan mengeluhkan kondisi jalan di wilayahnya yang jelek dan tidak pernah tersentuh perbaikan. Padahal, jalan sepanjang 10 kilometer yang menghubungkan kompleks perumahan korban banjir bandang tersebut statusnya merupakan jalan kabupaten.

“Jalan ini akses utama warga di Lengkong Jaya menuju pusat kota Garut. Tetapi kondisinya rusak parah dan tidak terlihat aspal sedikit pun di jalan ini,” ujar Saepudin (32), warga sekitar kepada wartawan Kamis (7/2).

Menurut dia, kerusakan jalan sudah terjadi hampir puluhan tahun. “Dari dibangun sampai rusak sekarang belum ada perbaikan. Sehingga aspal yang ada di jalan juga sudah hilang,” katanya.

Selama ini, dia menilai Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut acuh. Warga di Kelurahan Lengkong Jaya juga bahkan selalu merasa cemburu ketika melihat kondisi jalan desa lain yang kondisinya bagus dan terawat. “Kami menyadari memang kalau kelurahan itu tidak punya anggaran seperti desa. Tetapi ini kan jalan kabupaten, masa tidak diperhatikan,” katanya.

Hal senada dikatakan warga lainnya, Heryanto (40). Menurut dia, selain kondisi jalan jelek, lebar jalan pun kecil. Sehingga menyulitkan ketika ada mobil berpapasan. “Jangankan mobil dua berpapasan, mobil berpapasan dengan motor juga suka susah. Yang bawa motor harus ngalah dulu ke pinggir,” katanya.

Dia menuturkan warga sudah berkali-kali meminta pemerintah kabupaten segera memperbaiki dan memperlebar jalan, tetapi belum ada respon. “Kami juga berharap ada penerangan menuju pemukiman warga karena gelap sekali,” terangnya.

Dia juga ingin jalan secepatnya diperbaiki karena aksesnya sangat diperlukan. “Ratusan orang yang tinggal di rumah tapak aksesnya melalui jalan ini. Jadi pemerintah harus segera membenahi jalan ini,” paparnya.

Dihubungi terpisah, Kepala Dinas PUPR Garut Uu Saepudin mengaku telah mengusulkan perbaikan jalan tersebut pada tahun ini. Namun jalan yang akan mendapat bantuan dari anggaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) itu tak bisa dilaksanakan tahun ini.

“Sudah masuk pembahasan. Tapi akhirnya malah hilang. Akan diusulkan lagi di anggaran 2020,” ujarnya. (yna)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.