Warga Kabupaten Tasik Akan Divaksin pada Tahap Ketiga

74
0
KONFERENSI PERS. Gubernur Jabar Ridwan Kamil didampingi Kapolda Jabar Irjen Ahmad Dofiri, Perwakilan Kodam III Siliwangi bersama Sekda Kabupaten Tasikmalaya Dr H Mohamad Zen beserta Muspida memaparkan hasil tinjauan kepatuhan protokol kesehatan di Alun-Alun Singaparna, Rabu (20/1). DIKI SETIAWAN / RADAR TASIKMALAYA
Loading...

SINGAPARNA – Rencana penyaluran vaksin dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) ke Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya akan disalurkan pada tahap kedua yakni Jumat (22/1), besok.

Prioritas pertama yang akan divaksin adalah tenaga kesehatan (nakes) di rumah sakit dan puskesmas. Sementara sasaran kedua adalah TNI/Polri dan orang yang berprofesi rentan terhadap penyebaran Covid-19.

Adapun tahap ketiga pemberian vaksin Covid-19 akan dilaksanakan terhadap masyarakat secara umum dengan kriteria yang sudah ditentukan baik oleh pemerintah pusat, provinsi dan daerah.

Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil mengatakan, hasil evaluasi langsung terhadap penanganan Covid-19 di Kabupaten Tasikmalaya, memang secara kasus terkonfirmasi positif yang terjadi masih dibilang tidak terlalu tinggi dan bisa ditekan.

Baca juga : Warga Indihiang Bawa Kabur dan Gadaikan Motor Teman, Ditangkap Polisi di Salopa Tasik

loading...

“Namun hasil survei seminggu ke belakang semua mengetahui, tingkat kepatuhan kedisiplinan dalam memakai masker di Kabupaten Tasikmalaya masuk kategori terendah se-Jawa Barat,” ujar Emil saat konferensi pers usai meninjau langsung Operasi Yustisi Masker di Alun-Alun Singaparna, Rabu (20/1).

“Kami melihat tingkat kepatuhan prokes di wilayah ibu kota kabupaten atau perkotaan seperti di Alun-Alun Singaparna cukup tinggi, namun memang kepatuhan di tingkat desa yang mayoritas menjadi konsen pembangunan di Kabupaten Tasik, masih rendah,” papar dia.

Menurut dia, penilaian tingkat kepatuhan daerah dalam disiplin protokol kesehatan, ada sekitar 27 item indikator penilaian. Namun yang disampaikan langsung peringkatnya pertama dan terendah.

“Provinsi Jawa Barat diberikan apresiasi dari pemerintah pusat dalam tingkat kepatuhan memakai masker sudah di atas 70 persen. Kita berterima kasih kepada Kapolda dan Kodam III Siliwangi. Sebelum dilaksanakan PKN dan gerakan ini, masyarakat di Jabar kepatuhan memakai maskernya hanya 50 persen,” jelas dia.

Maka, kata dia, dari hasil laporan TNI/Polri serta Satpol-PP terhadap kepatuhan masyarakat terhadap disiplin protokol kesehatan, keluar hasil urutan pertama yang tingkat kepatuhannya bagus adalah Kota Bekasi dan sementara yang terendah adalah Kabupaten Tasikmalaya.

“Kami mendengar langsung dari Sekda Kabupaten Tasikmalaya dan Tim Gugus Tugas Covid-19 serta Forkopimda mulai minggu ini ke depan akan lebih meningkatkan tingkat kedisiplinan. Dengan konsep penataan di desa-desa sebagai tipe atau konsen pembangunan di Kabupaten Tasikmalaya,” ujar dia.

RK menitipkan juga dalam proses kegiatan vaksinasi di Kota/Kabupaten Tasikmalaya harus berjalan lancar. Karena vaksin akan tiba di Kabupaten Tasikmalaya pada Jumat (22/1), yang masuk tahap kedua penyalurannya setelah tahap pertama di tujuh daerah di Jawa Barat yang telah melaksanakan vaksinasi.

Lanjut dia, untuk prioritas vaksinasi terhadap tenaga kesehatan (nakes) di Provinsi Jawa Barat (Jabar), jumlahnya sebanyak 153 ribu. Menjadi target provinsi dalam kurun waktu selama satu bulan ke depan menyuntikkan vaksin kepada semua nakes di 27 kota/kabupaten di Jawa Barat.

Selanjutnya, terang dia, prioritas tahap kedua terhadap TNI/Polri dan profesi yang rawan terhadap Covid-19 dan tahap ketiganya adalah masyarakat secara umum sesuai kriteria. Distribusi vaksin pun sudah dievaluasi dan berjalan lancar dari gudang provinsi ke gudang kota/kabupaten di Jabar.

“Yang sedang kita evaluasi dan perbaiki adalah ketidakhadiran yang divaksin saat mau dilaksanakan vaksin. Kami meminta kepada pusat untuk menjaring data-datanya karena datanya diatur oleh pemerintah pusat. Jadi bisa diingatkan H-1 sebelum divaksin sesuai jatah vaksin yang bisa dimanfaatkan,” papar dia.

Maka dari itu, jelas dia, pemerintah provinsi terus belajar dari plus minus di tahap pertama proses vaksinasi di tujuh daerah, yang akan dijadikan sebagai bahan perbaikan-perbaikan termasuk di Kabupaten Tasikmalaya ini.

“Kami melihat relatif cukup baik di pusat perkotaan di Kabupaten Tasik dalam kepatuhan protokol kesehatan, kami harapkan bukan saja ketika kami datang pakai masker, tetapi atas kesadaran sendiri,” kata dia.

Sebagai gubernur Jabar, RK juga menitipkan agar di tahun 2021 ini ekonomi turut bangkit dengan mempercepat belanja Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Tasikmalaya. Dengan segera dibelanjakan dan dilelangkan agar berjalan stimulus dan menjadi katalisator percepatan kebangkitan ekonomi di daerah.

“Mudah-mudahan dengan itu Jawa Barat bisa lebih baik di tahun 2021 ini,” kata dia.

Dalam kunjungannya ke tempat isolasi tingkat kecamatan di Puskesmas Tinewati Singaparna, RK mengakui sangat terkesan atas kelengkapan peralatan untuk perawatan pasien Covid-19 termasuk kesederhanaannya.

“Bersih, juga berhasil menjadi percontohan, kalau semua puskesmas bisa seperti Puskesmas Tinewati yang merawat pasien Covid-19 dengan gejala ringan, maka beban di rumah sakit akan turun. Karena semua ingin di rumah sakit, akhirnya pasien dengan gejala rendah dan tinggi ada yang tidak mendapatkan tempat,” papar dia.

Maka jalan men­jadikan puskesmas di tingkat kecamatan untuk merawat pa­sien Covid-19 de­ngan gejala ringan di Kabupaten Tasik­malaya, ungkap dia, akan meringankan dan pasien Covid-19 akan terlayani dengan baik.

“Kami apresiasi itu, ada gerakan agar fasilitas puskesmas betul-betul lengkap dan optimal dalam melayani pasien Covid-19. Mudah-mudahan Puskesmas Tinewati menjadi percontohan bagi puskesmas lainnya,” tambah dia.

Sekda Kabupaten Tasikmalaya Dr H Mohamad Zen mengapresiasi kedatangan Gubernur Jabar Ridwan Kamil memantau langsung kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan dan fasilitas isolasi di puskesmas.

“Kami akan berupaya maksimal dalam penanganan Covid-19 serta meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan bersama TNI/Polri dan Muspida dengan fokus ke penataan di tingkat desa sebagai konsen pembangunan,” ujarnya.

Dia menambahkan, pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Kesehatan sudah mempersiapkan segala sesuatunya untuk pelaksanaan vaksinasi yang Jumat (22/1) nanti akan diterima bahan vaksinnya dari Pemprov Jabar.

“Sesuai perintah dan instruksi pemerintah pusat dan provinsi, daerah akan gencar melakukan sosialisasi serta pemahaman kepada masyarakat yang akan divaksin. Sebagaimana upaya dalam menekan angka penyebaran Covid-19,” tambah dia. (dik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.