Warga Kampung Selawi Kota Tasik, Tiada Tempat Selain Gubuk

148

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

CIHIDEUNG – Titi Darsiti (69), warga Kampung Selaawi RT/RW 01/05 Kelurahan Tuguraja Keca­matan Cihideung memupus harapan untuk mendapatkan bantuan perbaikan rumah tidak layak huni (rutilahu). Dia tetap bertahan menempati gubuk sempit. Karena tiada tempat lagi baginya.

Gubuk berukuran sekitar 4×6 meter itu dibagi tiga ruangan. Ruang tengah, kamar tidur dan dapur. Tanpa toilet. Untuk memenuhi kebutuhan mandi, cuci, kakus (MCK), keluarga Titi nebeng ke toilet masjid. Tahun ini gubuk tersebut pernah disurvei untuk mendapatkan bantuan rehab. Namun tak pernah terealisasi. “Padahal kalau bantuannya jadi ingin ada WC,” tutur Titi saat ditemui Radar, Selasa (6/11).

Di gubuk itu, Titi tinggal dengan anaknya Juju Juwariyah dan dua cucunya. Mereka berdua sama-sama janda. Suami Titi sudah lama meninggal. Sedangkan Juju ditinggal kabur suaminya yang entah ke mana.

Atap rumah Titi sudah terbiasa bocor ketika hujan. Bahkan, beberapa hari lalu, Juju harus naik genting untuk memperbaiki kebocoran. Meskipun hasilnya kurang maksimal. Air tetap saja mengucur dari celah-celah yang bolong. “Mau bagaimana lagi, karena di rumah ini tidak ada laki-laki dewasa,” kata Juju.

Juju berharap pemerintah punya kepedulian untuk memperbaiki rumahnya melalui program rutilahu. Apalagi ada rumah yang lebih bagus dari gubuknya bisa mendapatkan bantuan rutilahu. “Enggak tahu kenapa bisa begitu. Padahal menurut saya rumah saya lebih parah,” terangnya.

Juju kini tengah menekuni pekerjaan sebagai buruh di sebuah pabrik saus. Penghasilannya ala kadarnya. Uang yang sedikit ini harus diatur sedemikian rupa supaya cukup memenuhi kebutuhan pokok. “Ya dicukup-cukupkan saja,” kata Juju.

Ketua RT setempat, Mulyana mengakui Titi memang warganya yang tergolong miskin. Dia pun tidak mengerti keluarga itu tidak kebagian jatah program rutilahu. “Padahal sudah disurvei, tapi mungkin tidak di-acc,” terangnya.

Setahu Mulyana, Titi juga bukan penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan sosial lainnya dari pemerintah. Dia sudah berupaya mengajukan. “Untuk setiap bantuan selalu saya ajukan,” tutur dia. (rga)

CALEG KITA

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.