Warga Karangsari Pangandaran Tolak Pendirian Tower BTS

68
0
istimewa. MENOLAK. Warga Dusun Karangsari Desa Pananjung menolak pembangunan tower di lingkungan mereka, karena khawatir terkena radiasi dan konflik sosial.
istimewa. MENOLAK. Warga Dusun Karangsari Desa Pananjung menolak pembangunan tower di lingkungan mereka, karena khawatir terkena radiasi dan konflik sosial.

PANGANDARAN – Sebagian masyarakat Dusun Karangsari Desa Pananjung Kecamatan Pangandaran menolak rencana pembangunan tower Base Transceiver Station (BTS) yang dikerjakan oleh PT Persada Sokka Tama.

Salah seorang warga Karangsari Feby Frimansyah mengatakan, warga Karangsari menolak keras pembangunan BTS di lingkungan mereka, dengan alasan takut terkena radiasi. “Kami memiliki alasan kuat dengan adanya penolakan ini, kami tidak mau ambil risiko jika dibangun tower di sini,” katanya kepada Radar melalui sambungan telefon, Selasa (3/11).

Kata dia, dampak dari tower tersebut juga bisa mengakibatkan konflik berkepanjangan di sana. “Karena konflik sosial bisa saja timbul,” katanya.

Menurut dia, sebelumnya warga sempat mengikuti sosialisasi yang diadakan oleh pihak pengusaha, saat itu ada 27 orang yang hadir. “Saat itu warga mengisi absensi, nah absensi itu dijadikan acuan oleh warga, padahal warga belum memberikan izin secara tertulis,” katanya.

Baca juga : Sepi Pengunjung, Pelaku Wisata di Pangandaran Mengeluh

Kata dia, lokasi pembangunan tersebut berada di Dusun Karangsari yang berbatasan langsung dengan Dusun Kedungrejo Desa Wonoharjo. “Nah warga Wonoharjo tidak dimintai persetujuan, ya otomatis geram,” ujarnya.

Dirinya pernah melayangkan surat berisi tanda-tangan penolakan pembangunan tower ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu. “Waktu itu diterima Kadis dan katanya mau di-pending dulu soal perizinan, eh tiba-tiba perizinannya sudah keluar,” jelasnya.

Sementara itu Kades Pananjung Dedi Hermawan mengatakan bahwa masyarakat ada yang pro dan kontra dalam pendirian tower tersebut. ”Tadi juga sempat ada pertemuan atau mediasi untuk menyelesaikan konflik ini,” ujarnya.

Namun menurut Dedi, tidak ada titik temu dalam pertemuan tersebut, karena warga tetap keukeuh menolak pembangunan tower itu. “Tapi masyarakat tidak sampai adu fisik, jangan sampai,” ungkapnya. Namun ia tidak mau berkomentar lebih jauh soal urusan perizinan dan lain-lain. “Saya juga kurang tahu alasan penolakan pendirian tower ini,” katanya. (den)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.