Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

3.1%

19.3%

7.1%

70.5%

Warga Kota Banjar Belum Pernah Rasakan Manfaat Proyek Balokang Patrol

105
0
BANGUNAN. Intake Balokang Patrol dipenuhi rumput liar. BBWS Citanduy rencananya akan meneruskan proyek Balokang Patrol tahun depan. Cecep herdi / radar tasikmalaya
BANGUNAN. Intake Balokang Patrol dipenuhi rumput liar. BBWS Citanduy rencananya akan meneruskan proyek Balokang Patrol tahun depan. Cecep herdi / radar tasikmalaya

Namun beberapa pihak menilai, proyek yang sudah menelan anggaran hampir Rp 18 miliar itu belum dirasakan manfaatnya untuk masyarakat, terutama masyarakat di wilayah jangkauan Sumber Air Balokang Patrol dan IPA Situ Batu.

“Buktinya sederhana saja, sekarang ada nggak air bersih mengalir ke masyarakat setelah pembangunannya dimulai tahun 2014? Kan nggak ada. Alasannya rusak, kemudian ganti baru. Listrik PLN dicabut, pasang baru. Itu kan buang-buang anggaran saja, tidak berguna dan tidak dirasakan masyarakat manfaat dari realisasi anggaran itu,” ujar Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Banjar Irfan Ali Syabana.

“Kemudian pipa penyalur, dulu awal dipasang terus rusak (belum sempat berfungsi, Red) terus sekarang diganti lagi dengan rencana anggaran Rp 16 miliar. Pertanggungjawabannya gimana? Kan bisa disebut gagal perencanaan,” tambah dia.

Baca juga : Tunggakan Iuran BPJS Kesehatan di Banjar Capai Rp 7,2 Miliar

Pemerhati pemerintahan Sidik Firmadi pun meras miris dengan rencana pemerintah yang menyediakan air bersih kepada masyarakat namun belum ada realisasinya. Malah, justru terus mengeluarkan anggaran untuk penyempurnaan dan perbaikan.

“Tinjau lagi rencana awal, jangan sampai terkesan menghambur-hamburkan anggaran. Karena faktanya sudah jelas, pengadaan KwH listrik dua kali pasang, pemasangan pertama apa output-nya? Kemudian rencana pipa aliran air dari Balokang Patrol ke IPA. Rusak diganti karena tidak pernah berfungsi, saya minta aparat penegak hukum (APH) turun untuk mengaudit ini, karena ini anggaran pemerintah, uang rakyat yang digunakan untuk kepentingan masyarakat bukan kepentingan segelintir orang atau golongan,” katanya.

Dia pun meminta rencana pengucuran dana untuk meneruskan proyek Balokang Patrol dengan nilai Rp 16 miliar harus benar-benar dilakukan secara profesional dan transparan.

Perencanaannya harus lebih matang dengan melibatkan berbagai ahli, terutama ahli kegempaan.

“Agar tidak ada alasan lagi pipa retak, kemudian perlu dipertimbangkan pula kualitas pemilihan pipa. Aneh rasanya jika proyek dengan dana besar menggunakan pipa asal-asalan, sehingga mudah rusak (pecah bila mendapat getaran), karena hal tersebut sangat penting, mengingat pipa adalah salah satu kebutuhan utama dalam instalasi pengelolaan air,” ujarnya.

Baca juga : PTM Tatap Muka SMAN 1 Kota Banjar Berjalan Lancar

Selain itu, dia menyebut perencanaan dan penggunaan anggarannya harus dibuka. Agar publik dapat turut serta mengawasi. Dengan begitu, lanjut dia, pembangunan Balokang Patrol akan berjalan sesuai dengan rencana dan dilakukan secara profesional serta untuk menghindari hal-hal yang tidak di inginkan.

“Terakhir saya berharap Pemerintah Kota Banjar dan seluruh pihak terkait dalam pembangunan Balokang Patrol harus benar-benar bekerja dengan baik, jangan sampai gagal lagi. Karena hal tersebut selain merugikan dari segi keuangan, juga membuat masyarakat Kota Banjar mengalami kerugian karena tidak mendapatkan pelayanan, khususnya dalam bidang penyediaan air bersih,” kata Sidik. (cep)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.