Warga Kota Banjar Resah, Puluhan Pekerja Perbaikan Rel KA tak Pake Masker

340
2
BEKERJA. Para pekerja perbaikan rel kereta api di Kota Banjar dikeluhkan warga karena tidak menggunakan masker dan berkerumun, Minggu (19/4). CECEP HERDI / RADAR TASIKMALAYA

BANJAR – Warga di sekitar wilayah Balokang Kecamatan Banjar yang terlewati jalur rel kereta api mengaku resah dengan sejumlah pekerja perbaikan rel yang tidak menggunakan masker di tengah pandemi Covid-19.

Candra, warga sekitar perbaikan rel mengaku resah dan heran kenapa para pekerja tidak menggunakan masker.

Padahal, pemerintah sudah menggalakan untuk selalu menggunakan masker ketika aktivitas di luar rumah sebagai pencegahan penyebaran Covid-19.

Apalagi mereka berasal dari luar daerah, jadi sudah sepantasnya mengikuti aturan kesehatan saat ini.

Baca juga : Di Kota Banjar 5 Orang Positif dan 83 OTG Corona

“Jumlahnya cukup banyak, mungkin ada sekitar 150 orang yang sedang memperbaiki rel. Namun sangat disayangkan mereka bekerja tanpa menggunakan masker,” ujarnya kepada Radar, Minggu (19/4).

Menurutnya, sebelum mengerjakan di wilayah Balokang, mereka memperbaiki rel di Cijeungjing Kabupaten Ciamis. Namun, warga di sana pun sama mengeluhkan karena tidak menggunakan masker dengan jumlah pekerja yang cukup banyak.

Lilis, warga lainnya mengaku para pekerja ini sudah berada di wilayah Banjar sekitar dua hari lalu. Bahkan mereka mengontrak rumah di Kota Banjar.

Ia juga menyayangkan para pekerja yang rata-rata dari luar daerah itu tidak menjaga jarak dan tidak mengenakan masker saat bekerja.

“Kalau enggak salah sudah dua harian pekerja tersebut datang lagi. Sebelumnya sempat terhenti sejak merebaknya Covid-19, tapi sekarang mulai berdatangan lagi,” kata Lilis.

Lilis dan keluarganya mengaku khawatir kepada para pekerja yang berasal dari luar daerah itu tidak menggunakan masker.

Apalagi para pekerja itu bekerja dengan berkerumun dalam jumlah banyak, sementara anjuran pemerintah untuk menghindari kerumunan dan selalu menggunakan masker.

“Kita berharap pemerintah segera melakukan pengecekan kesehatan kepada para pekerja ini. Harusnya mereka diberikan perlengkapan untuk perlindungan diri dari wabah virus corona, apalagi Banjar sudah ada yang positif,” katanya.

Baca juga : Pemdes Rejasari Kota Banjar Salurkan Sembako pada Warga Terdampak Corona

Waka Polres Banjar Kompol Ade Najmulloh mengatakan akan segera menindaklanjuti bersama gugus tugas soal laporan masyarakat ini.

“Terima kasih ini agar dilaporkan kepada Kaposko Gugus Tugas Covid-19 dan agar ditindaklanjuti oleh Kapusdalops yang Kapusnya dari Pemkot Banjar,” katanya.

Sementara itu Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung, Noxy Citrea menyampaikan bahwa pekerjaan tersebut dilaksanakan oleh BTP Jabar.

Begitu pun dengan para pekerjanya, tidak dalam tanggung jawab PT KAI. Namun di bawah tanggung jawab pelaksana proyek.

“Para pekerja itu bukan dari PT KAI. Melainkan dari Satuan Kerja (Satker) Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jawa Bagian Barat,” ungkapnya melalui sambungan telepon.

(cecep herdi)

Loading...
loading...

2 KOMENTAR

  1. semoga masalah ini segera diselesaikan, untuk warga sebenarnya tidak perlu khawatir karena pekerja hanya bekerja di rel kereta api yang penting masyarakat setempat tidak mendekat dan selalu jaga jarak dengan orang lain untuk mencegah pandemi virus corona.

  2. Gak semua yang direl kereta itu tugas PT KAI. Srtau saya untuk perbaikan itu tugas satker di bawah dirjen perkeretaapian bukan kai. Hati² kalu nulis berita jngan ngawur.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.