Warga Kota Banjar Surati Kementerian LH

133
0

BANJAR – Pengecoran trotoar di wilayah Pamongkoran Kelurahan Banjar Kecamatan Banjar menuai protes. Masyarakat khawatir dampak dari pengecoran tersebut dapat mengganggu keberlangsungan pohon pinggir jalan.

Salah seorang warga Kota Banjar Diky Agustaf bahkan sudah melayangkan surat terbuka ke Kementerian Lingkungan Hidup (LH) melalui duta lingkungan di Jakarta.

“Saya sudah konsultasikan soal ini (pengecoran tembok) ke duta lingkungan di Jakarta. Insyaallah laporan saya akan disampaikan ke menteri Lingkungan Hidup,” kata Diky Senin (8/7).

Menurut Diky, pengecoran yang menutup pertumbuhan pohon harus segera ditangani. “Hal seperti itu mengganggu pertumbuhan pohon, sedangkan kita semua mengetahui fungsi pohon itu seperti apa. Penyerapan CO2 (karbondioksida) diproses oleh daun hingga menjadi O2 (oksigen),” katanya. Kata dia, ada

sekitar 12 pohon di pinggir jalan atau di trotoar yang dicor.
Tokoh masyarakat Kota Banjar Soedrajat Argadireja menduga pengecoran dilakukan pihak swasta.

“Itu bukan proyeknya pemkot, tapi investor. Cuma kenapa nggak ada komunikasi sama dinas terkait, jadi seenaknya nembok teh. Padahal ada peraturan daerahnya,” kata mantan anggota DPRD Kota Banjar ini.

Sebelumnya, pemerhati lingkungan Kota Banjar Johan Wijaya menyoroti adanya beberapa pohon di pinggir jalan di wilayah Pamongkoran Kecamatan Pataruman yang dicor. Ia meminta pemerintah kota segera bertindak karena hal itu akan menganggu aktivitas pertumbuhan pohon.

“Harusnya pohon-pohon tersebut diberi ruang supaya pertumbuhannya tidak terganggu. Jangan dicor sampai full begitu, karena akan mengganggu pertumbuhannya. Ingat, pohon itu menyumbang banyak oksigen untuk kebutuhan pernapasan kita,” kata Johan Minggu (7/7). (cep)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.