Warga Kota Tasik di Masa Pandemi Covid-19, Jual Ayam & Berutang untuk Makan

2876
1
MENYERAHKAN BANTUAN. Anggota DPRD Kota Tasikmalaya Dede Muharam memberikan bantuan sembako kepada Asep Yamin Kamis (7/5). Keluarga Asep Yamin kekurangan makanan. ISTIMEWA

Sejak merebaknya virus corona dan pemberlakukan social distancing, berbagai sektor di Kota Tasikmalaya langsung terpengaruh. Mulai ekonomi, sosial dan budaya.

Masyarakat kecil pun merasakan dampaknya. Ada yang kehilangan pekerjaan sampai kesulitan mencari makan.

Baca juga : Di Bungursari Kota Tasik, Istri Selingkuh Suami Gantung Diri di Warung

Deni Nurdiansah Kota Tasik

Di salah satu rumah, di Kampung Rancasenggang RT 01 RW 08 Kelurahan Cibunigeulis Kecamatan Bungursari Kota Tasikmalaya, tinggal Asep Yamin (45) bersama sang istri, Solihah (36) dan anaknya, Sindi (3).

Rumahnya terlihat sederhana tapi terlihat rapi. Asep Yamin sebagai kepala keluarga, selama pandemi Covid-19, tidak bekerja. Sebelumnya, dia menjadi “Pak Ogah” di Jalan Ir Juanda.

”Sampingan saya sebagai tukang ojek pangkalan, namun karena sepi karena corona, akhirnya saya tidak bisa lagi ngojek,” ujarnya kepada Radar, Kamis (7/5).

Setelah itu ia pun memutuskan untuk tinggal di rumah. Terlebih seluruh keluarganya jatuh sakit.

”Saya, istri dan anak saya semuanya mendadak sakit. Badan saya sendiri panas. Sempat disangka terserang Corona. Bahkan istri saya itu. Makanan pun tidak masuk,” ujarnya.

Ada uang sedikit, terpaksa ia gunakan untuk berobat ke klinik dan dokter anak, sehingga dirinya tidak punya tabungan sama sekali.

”Selama hampir satu bulan lebih saya terpaksa menjual ayam saya untuk bertahan hidup. Yang tadinya punya 25 ekor sekarang tersisa satu ekor saja. Saya tidak punya apa-apalagi untuk dijual” jelasnya.

Sementara beras semakin menipis. Ia pun terpaksa berutang ke warung untuk sekadar mencukupi makan sehari-hari dan jajan anaknya yang berusia tiga tahun.

”Saya tidak berani berbicara mengenai keadaan saya kepada orang lain, karena saya sedikit malu,” jelasnya.

Motor Yamin juga sempat akan dijual untuk menutupi kebutuhan sehari-hari selama PSBB berlangsung, namun niat tersebut diurungkan karena istrinya tidak mengizinkan.

”Saya khawatir adanya PSBB kondisi ekonomi semakin parah,” ungkapnya.

Di hari pertama PSBB, kondisi Yamin sekeluarga akhirnya mencapai titik nadir.

Ketika itu mereka merasa tidak kuat lagi. Mereka bingung mencari uang untuk memenuhi kebutuhannya.

”Saya akhirnya berbicara ke istri ketua RT di sini bahwa saya tidak punya uang untuk makan, bahkan saya berniat untuk meminjam kas RT waktu kemarin,” ucapnya.

Tetangga Yamin akhirnya melihat langsung kondisi kelaurga tersebut dan kondisinya memang cukup memprihatinkan.

Mereka sama sekali tidak memiliki beras untuk makan. Bahkan mereka mendapati anak Yamin sedang makan goreng tepung terigu tanpa nasi.

Setelah mengetahui hal itu Ketua RW 08 Dede Sugiarto mem-posting kondisi Yamin sekeluarga di Grup Forum Silaturahmi (Forsil) RT RW Kota Tasikmalaya di aplikasi WhatsApp.

”Setengah jam kemudian anggota DPRD (Kota Tasikmalaya) Pak Rachmat Soegandar mentransfer uang untuk dibelikan lauk pauk bagi keluarga Yamin,” ujar Dede kepada Radar.

Pada Kamis dinihari, anggota DPRD lainnya Dede Muharam datang ke rumah Asep. Dia bersama Ketua Forsil RT RW Kota Tasikmalaya Dede Sukmajaya dan pihak kelurahan. Mereka memberikan bantuan sembako.

Dede Muharam mengatakan bahwa dia memberikan bantuan beras lima kilo, minyak dan jenis sembako lainya.

”Semuanya memang terdampak virus corona dan saya yakin yang sedang mengalami kesusahan tidak hanya keluarga Pak Yamin,” jelasnya.

Ia pun mengajak kepada semua RT dan RW serta pihak kelurahan untuk aktif memantau warganya, karena dikhawatirkan ada yang kelaparan saat PSBB.

”RT dan RW sebagai ujung tombak di masyarakat. Saya sangat apresiasi dengan adanya informasi warga yang sedang kesusahan ini,” katanya.

Dia berharap tidak ada lagi warga yang mengalami kelaparan, jika semua lebih tanggap, maka kejadian tidak akan terjadi. ”Semuanya harus peka terhadap masalah sosial saat masa pandemi seperti sekarang ini,” ucapnya.

Dinas Sosial Kota Tasikmalaya mengaku sudah mendatangi keluarga Asep Yamin yang kesulitan mendapatkan makanan selama satu bulan, karena tidak memiliki pekerjaan lagi.

Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kota Tasikmalaya Agus Jamaludin mengatakan bahwa Asep sudah mendapatkan bantuan dari beberapa pihak, termasuk dari anggota DPRD Kota Tasikmalaya Dede Muharam dan H Rachmat Soegandar.

”Waktu kemarin kami juga langsung meluncur dan memberikan nasi bungkus kepada keluarga Asep Yamin, karena bagaimana pun mereka adalah warga yang harus ditolong di masa Pandemi Covid -19 ini,” jelasnya.

Dinas Sosial bersama PMI Kota Tasikmalaya membuka dapur umum untuk membantu warga yang membutuhkan makanan.

Dinas Sosial juga mendapatkan laporan adanya masyarakat yang kesulitan mendapatkan makanan di Sukarasa Kelurahan Kahuripan Kecamatan Tawang.

”Orangnya biasa berjualan di depan Rumah Sakit Umum, sekarang terkena dampak hingga tidak memiliki uang dan terpaksa meminjam kepada tetangganya,” ujar Agus yang juga Bendahara Asosiasi Rukun Warga Rukun Tetangga (ARWT) Kota Tasikmalaya ini.

Petugas dari Dinas Sosial langsung meluncur ke rumah warga tersebut untuk memberikan bantuan berupa sembako.

”Kami memberikan beras, minyak dan lain-lain untuk bertahan sampai dengan tanggal 11 Mei (pembagian bantuan sosial, Red) nanti,” jelasnya.

Dia mengakui banyak masyarakat yang terkena dampak akibat kebijakan PSBB. Untuk itu ia meminta kepada masyarakat untuk bisa membantu tetangganya yang sedang kesusahaan.

”Sering-sering menengok ke tetangga. Takutnya ada yang sedang kelaparan namun tidak berani bercerita,” katanya.

Bila ada yang menemukan masyarakat yang sedang kesusahaan ia pun meminta masyarakat untuk segera melapor ke Dinas Sosial. ”Kami pun akan cepat tanggap jika sudah ada laporan yang masuk,” ucapnya.

Dalam kesempatan berbeda, Ketua Forum Silaturahmi (Forsil) RTRW Kota Tasikmalaya Dede Sukmajaya menjelaskan soal cepatnya respons anggota Grup Forsil RT RW membantu keluarga Asep Yamin, seperti dilakukan H Rachmat Soegandar dan Dede Muharam, merupakan efek dari dibentuknya grup WA tersebut.

Terlebih di dalamnya tidak hanya RT RW, namun tokoh publik, eksekutif dan lainnya.

Baca juga : 2 Pemuda Sahabat Duel di Pinggir Sawah di Mangkubumi Kota Tasik, 1 Tewas Tertusuk

Jadi, dengan grup WA Forsil RT RW, pihaknya gampang melakukan koordinasi dan menangani permasalahan sosial di masyarakat. ”Apalagi sekarang kan kalau rapat-rapat atau koordinasi melalui jarak dekat juga susah, tapi kalau lewat media WhatsApp lebih gampang,” ujarnya.

”Kami juga istikamah akan memperjuangkan masyarakat yang membutuhkan dan termasuk para RT dan RW nya,” tuturnya. (*)

Loading...
loading...

1 KOMENTAR

  1. Alhamdulillah mksh pak rt mksh pak rahmat mksh utk semuanya yg membantu smoga kebaikan anda alloh yg membalasnya amin ya rob

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.