Warga Kota Tasik Masih Banyak Pake Jamban Tradisional

43

SL TOBING – Wash SDGS Multi Country Manager SNV, Rajeev Munankamu mengakui, pihaknya sudah sempat berkeliling Kota Tasikmalaya melihat berbagai sanitasi.Dia mengungkap, secara keseluruhan sanitasinya sudah tersusun dengan rapi walaupun masih banyak masyarakat yang belum menggunakan sanitasi dengan baik.Apalagi, masih ada masyarakat Kota Tasikmalaya menggunakan jaman tradisional (kolam, sungai dan cubluk). Hal itu diungkapkan dia saat menjadi pemateri dalam diskusi media dengan tema “Peran Media untuk Mendukung Kota Tasikmalaya Menuju Sanitasi Aman,” di Studio Radar Tasikmalaya TV, Jumat (21/6).”Saya menggaris bawahi jika kita sudah punya toilet bukan berarti sanitasinya sehat. Karena nanti kembali ke kita. Karena dibuang ke sungai, irigasi, dan lain sebagainya,” paparnya.”Jika kita melihat kondisi kesehatan masyarakat di sebuah kota maka dilihat dari kondisi sungainya. Jika sungainya kotor dan air sungainya tidak bersih, maka masyarakatnya banyak yang sakit,” sambungnya.Terang dia di Kota Tasikmalaya ini, baru 60 persen masyarakatnya mempergunakan septitank, dan 40 persen masih menggunakan jamban tradisional atau cubluk.Maka, tambah dia, masyarakat harus terus diedukasi pemahamannya terkait pengertian sanitasi ini. “Sanitasi yang baik itu bukan semata-mata toilet. Tapi ada penyedot, pembuangan sampai kembali ke alam. Disebutnya rantai yang tidak boleh terputus,” tambahnya.Sementara itu Direktur Radar Tasikmalaya Group, Dadan Alisundana menyampaikan, ada kaitan antara bersuci dengan program sanitasi ini. Contohnya seperti ketika buang air besar sembarangan tidak suci, maka mengganggu saat beribadah.”Nah ini memang perlu kita bersama-sama menggalakan program ini. Karena menjaga sanitasi ini selain untuk menjaga kesehatan juga korelasinya ada ke ibadah untuk menjaga kesucian,” jelasnya. (rez)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.