Warga Kota Tasik yang Akan Divaksin Covid-19 Gratis Usia 18 – 59 Tahun, Lainnya Beli Sendiri

300
0
radartasikmalaya.com
ilustrasi vaksin covid-19
Loading...

KOTA TASIK – Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Tasikmalaya, H Muhammad Yusuf mengatakan, vaksin Covid-19 massal yang disediakan pemerintah pusat hingga kini belum sampai di Kota Tasik.

Namun demikian, berbagai regulasi yang mengatur perdistribusian vaksin tersebut dan siapa saja yang berhak mendapatkan vaksin itu telah disosialisasikan.

Kata dia, berdasarkan regulasi pengaturan penerima vaksin Covid dari pemerintah pusat adalah kelompok usia 18 tahun sampai dengan 59 tahun.

“Ya jika penerima usianya di bawah atau di atas itu tidak boleh. Ya seperti saya ya tak bisa. Paling harus beli sendiri,” katanya kepada radartasikmalaya.com, Sabtu (26/12) siang.

Yang pasti, terang dia, Presiden Jokowi memang telah mengeluarkan pernyataan resmi soal vaksinasi ini.

Loading...

Tapi hingga kini belum bisa dipastikan Kota Tasik akan mendapatkan berapa banyak.

“Mungkin masih dihitung oleh pemerintah pusat. Tapi yang pasti sudah muncul dan disosialisasikan adalah siapa penerima vaksin gratis ini adalah mereka yang usianya maksimal 59 tahun,” terangnya.

“Jadi ya usia 60 tahun ke atas tak gratis harus bayar sendiri. Termasuk saya mungkin tak gratis karena sudah usia di atas itu,” sambungnya.

Yusuf menambahkan, hingga kini belum diatur siapa penerima pertama vaksin gratis tersebut apakah kalangan tenaga kesehatan (nakes), pemerintah, pendidikan atau umum.

“Ya itu semua nanti Dinas Kesehatan (Dinkes) yang akan mengaturnya di bawah. Tapi ya pengaturan umumnya seperti itu, baru soal usia ya,” tambahnya.

“Kan kita juga belum tahun dapat kuotanya berapa banyak dan kapan akan didistribusikannya vaksin gratis itu ke Kota Tasik,” jelasnya.

Secara umum dalam aturan pemerintah pusat yang sudah diedarkan adalah tahap awal vaksinasi diberikan kepada orang dewasa sehat usia 18 tahun-59 tahun yang merupakan kelompok usia terbanyak terpapar Covid-19.

Pengembangan vaksin untuk anak-anak masih direncanakan pada beberapa kandidat vaksin.

Selain itu, dikarenakan mayoritas kandidat vaksin di dunia saat ini baru diujicobakan pada orang dewasa usia 18 tahun-59 tahun yang sehat.

Maka, akan membutuhkan waktu uji klinis tambahan untuk bisa mengidentifikasi kesesuaian vaksin untuk mereka yang berusia di atas 60 tahun dan dengan penyakit penyerta (komorbid).

(rezza rizaldi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.