Warga Mandalasari Puspahiang Tasik Mendadak Hamil Lalu Lahiran, Ini Kata Kades..

1252
0

PUSPAHIANG – Heni Nuraeni (28) warga Desa Mandalasari Kecamatan Puspahiang mengalami kejadian tak lazim. Dia hamil mendadak dan 1 jam kemudian melahirkan.

Fenomena yang Heni alami terjadi Sabtu (18/7) malam pukul 21.30 setelah Ia merasakan perutnya mengeras dan membesar.

Hanya dalam waktu satu jam kemudian 20.00 spontan langsung melahirkan bayi laki-laki.

Sontak suaminya pun Heri (35) bersama keluarga kaget melihat kejadian tersebut.

Akhirnya Heni dan bayinya selamat setelah melahirkan dirumahnya dibantu Mak Paraji Tati.

Setelah proses persalinan Heni kemudian dibawa oleh mobil Desa Mandalasari untuk dirawat di Puskesmas Puspahiang agar kondisinya cepat pulih setelah melahirkan. Senin (20/7) subuh kondisi Heni kembali pulih dan pulang ke rumahnya.

Loading...

Kepala Desa Mandalasari Kecamatan Puspahiang Cuncun Khoerudin membenarkan bahwa warganya ada yang hamil dan melahirkan secara bersamaan.

“Memang diluar kebiasaan, baru terjadi sekarang. Kondisinya sehat ibu dan anaknya. Seperti biasa yang sudah melahirkan. Namun kejadiannya tak lazim,” ujar Cuncun, kepada Radar, Senin (20/7).

Proses persalinannya, kata Cuncun, dilakukan oleh paraji bernama Mak Tati yang biasa membantu bidan saat proses lahiran.

Baru setelah melahirkan dibantu oleh mantri desa setempat agar kondisi Heni bisa stabil.

“Soalnya pas Minggu (19/7) malam bidan libur, apalagi mendadak lahirannya. Bahkan keluarganya tidak tahu Heni sedang hamil, sama sekali spontan. Perut mendadak membesar langsung melahirkan,” ungkap dia.

Cuncun menegaskan faktanya memang warganya hamil dan melahirkan mendadak. Tidak dibuat-buat.

“Kenyataannya seperti itu, semakin membesar, posisinya membesar ke atas perut, lalu melahirkan,” terang dia.

Memang diakui, kata Cuncun, warganya tersebut sebelumnya pernah melahirkan juga melalui proses persalinan sesar sekitar 19 bulan kebelakang.

Dia menambahkan memang kejadian yang dialami warganya di luar kebiasaan dan tidak lazim.

Namun, yang lebih miris juga menurut Cuncun banyak juga warganya yang melahirkan di jalan dan mobil.

“Dikarenakan infrastruktur jalan di Desa Mandalasari selama 74 tahun seperti sungai, sebelum melahirkan ke Pustu dan puskesmas karena jalan rusak parah melahirkan di jalan sambil naik colt back pick up, sudah ada kejadian empat orang warga kami,” tambah dia.

Ibu bayi, Heni Nuraeni (28) mengaku mulai merasakan keanehan di perutnya sekitar pukul 20.00 malam.

Terasa mengeras dan juga membesar. Kemudian hanya dalam satu jam, Heni merasakan mules hebat dan melahirkan bayi dibantu oleh paraji

Bayi yang dilahirkan, ujar dia, dalam kondisi sehat dengan jenis kelamin laki-laki dengan berat 3 kilo lebih.

Dia mengakui tidak pernah merasakan hamil selama sembilan bulan ini.

“Perasaannya tidak hamil, bahkan tidak ngidam, men juga setiap bulan teratur. Pas melahirkan saya sedang men. Tidak tahu hamil. Malahan sebelumnya anak saya yang kedua lahirannya sesar, ini yang lahir anak ketiga,” ujar dia.

Anak laki-laki yang dilahirkannya, tutur dia, diberi nama Lingga Cipta Radeva. Heni bersama suami dan keluarga berharap anaknya menjadi pembawa keberkahan untuk keluarga.

Kasi Promosi dan Pemberdayaan Kesehatan Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk (DKPP) Kabupaten Tasikmalaya dr Reti Zia mengungkapkan kasus melahirkan anak tanpa merasakan kehamilan pernah terjadi dalam dunia medis.

“Peristiwa ini disebut cryptic pregnancy. Kasusnya satu dari ratusan kasus kehamilan. Dalam istilah kehamilan ada yang namanya cryptic pregnancy. Ada juga kasus mola atau kehamilan anggur,” ungkap dia.

(diki setiawan)

Berita terkait : HEBOH.. Warga Puspahiang Tasik Hamil 1 Jam, Lalu Bayinya Lahir
Berita terkait : Bapaknya Kaget.. Anak Mendadak Hamil 1 Jam Kemudian Lahirkan Bayi
Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.