Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

3.1%

19.3%

7.3%

70.3%

Warga Manonjaya Tasik Terdampak Bendungan Leuwi Keris Terima Ganti Rugi

669
0
MUSYAWARAH. Balai Besar Wilayah Sungai Citanduy melakukan musyawarah dengan warga pemilik lahan yang terdampak pembangunan Bendungan Leuwi Keris di Desa Cilangkap Kecamatan Manonjaya untuk menyepakti soal ganti rugi, Rabu (10/6). CECEP HERDI / RADAR TASIKMALAYA

MANONJAYA – Pemilik tanah di Desa Cilangkap Kecamatan Manonjaya akan mendapatkan ganti rugi lahannya yang terdampak pembangunan Bendungan Leuwi Keris tahap kedua, Rabu (10/6).

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pengadaan Tanah Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy, Agus Purnomo didampingi Humas Pembangunan Bendungan Leuwi Keris Rahmat mengatakan, hasil musyawarah untuk menentukan penggantiannya apakah dengan uang atau lahan lagi.

Baca juga : 22 Ribu Santri Akan Masuk ke 700 Pontren di Tasik, Ini yang Dilakukan Pemkab..

Namun, semua pemilik tanah memilih untuk diganti dengan uang.

“Setelah bentuk ganti rugi dan hasil penilaian disepakati pemilik lahan, selanjutnya diterbitkan berita acara sebagai salah satu syarat untuk mendaftarkan pembayaran ke Lembaga Aset Negara (LMAN). Setelah ini berkas warkah dan syarat-syarat pembayaran termasuk hasil musyawarah akan kami sampaikan ke LMAN untuk proses pembayaran. Nanti pembayaran dilakukan melalui bank. Jadi sebelum pembayaran akan dibuatkan rekening terlebih dahulu dari bank yang ditunjuk instansi terkait,” ujarnya kepada Radar, Rabu (10/6).

Kata dia, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Tasikmalaya Suwardi menyatakan pemilik lahan di wilayah Desa Cilangkap sebanyak 70 orang dengan total luas 16,56 hektare yang terbagi dalam 87 bidang.

“Semua lahan itu merupakan tanah adat, belum ada yang disertifikatkan. Diperkirakan besaran uang ganti kerugian untuk pemilik lahan seluruhnya mencapai Rp 24,9 miliar,” ujarnya.

Setelah Desa Cilangkap, kata dia, musyawarah ganti rugi lahan akan kembali dilaksanakan di Desa Ancol Kecamatan Cineam dengan luas 41,49 hektare dan Desa Pasirbatang Kecamatan Manonjaya seluas 37, 26 hektare.

Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Tasikmalaya Suwardi menjelaskan, kegiatan ini sempat tertunda selama dua bulan akibat pandemi Covid-19.

Nantinya, lahan yang dibebaskan ini menjadi aset milik Kementerian Pekerjaan Umum. “Alhamdulillah musyawarah bentuk ganti rugi ini bisa dilaksanakan sekarang karena sebelumnya tertunda hampir dua bulan karena Covid-19,” katanya.

Ceceng Edi (46), salah satu pemilik lahan mengaku dirinya memiliki tanah empat bidang dengan luas 1,5 hektare.

“Direncanakan uang ganti rugi nanti, setelah cair untuk modal usaha. pengembangan usaha perkayuan,” ujarnya.

Baca juga : Calon Bupati Tasik Ini Sambangi 2 Warga Korban Kebakaran di Salawu

Camat Manonjaya Bangbang menyatakan, saat musyawarah semua pemilik lahan kooperatif.

“Semoga saja hasil musyawarah dan kesepakatan memberikan berkah, bermanfaat untuk semuanya. Terlihat banyak masyarakat yang sumringah,” ujarnya. (cep)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.