DPRD Akan Surati Pemkot untuk Alokasikan Dana CSR

Warga Menagih Realisasi Pembangunan Masjid

19
MENAGIH JANJI. Sejumlah elemen masyarakat Mangkubumi mendesak wakil rakyat dari dapilnya untuk merealisasikan pembangunan Masjid Besar Mangkubumi Kamis (15/8). Firgiawan / Radar Tasikmalaya

INDIHIANG – Sejumlah masa dari elemen masyarakat Mangkubumi, kemarin (15/8), mendatangi DPRD Kota Tasikmalaya. Mereka menagih janji para wakil rakyat dapil Mangkubumi-Kawalu untuk merealisasikan pembangunan Masjid Besar Mangkubumi.

Patih Mangkubumi Asep Rizal Al’asyarie menyebut kedatangannya bersama elemen masyarakat merupakan tindak lanjut audiensi sebelumnya, 12 Maret 2019. Masyarakat meminta wakil rakyat menyelesaikan pembangunan masjid yang sudah mandek kurang lebih 5 tahun.

“Kami ingin tahu sejauh mana mereka (anggota DPRD dari dapil Mangkubumi-Kawalu, Red) memperjuangkan alokasi anggaran untuk tempat ibadah masjid besar di Kecamatan Mangkubumi,” kata Asep Rizal kepada wartawan usai audiensi.

Pihaknya memboyong sejumlah elemen masyarakat dari Kecamatan Mangkubumi, mengaku kecewa. Sebab, wakil rakyat yang menerima hanya 4 orang atau lebih sedikit dari audiensi sebelumnya yang dihadiri 5 orang.

“Kita ingin wakil rakyat konsisten, kemarin katanya semoga saja bisa di Anggaran Perubahan Tahun 2019, ternyata tidak ada,” ujar Asep Rizal.

Asep Rizal berharap ada komitmen serius antara elemen masyarakat dan anggota dewan dapil IV. Dengan begitu, ketika anggota dewan bertugas, selaku wakil rakyat, bukan semata mementingkan konstituen, tetapi masyarakat secara umum di dapil tersebut.

“Kita akan tagih sebelum dan sesudah pelantikan nanti. Sejauh mana komitmen mereka,” kata dia.

Tokoh Pemuda Mangkubumi Tatan Surahman menyebut pada audiensi lalu beberapa anggota DPRD mengaku akan memperjuangkan usulan masyarakat kaitan pembangunan masjid. Namun sampai saat ini, tidak terlihat adanya sinyal anggaran untuk alokasi pembangunan tempat ibadah untuk tingkat kecamatan tersebut. “Maka kami ingin jawaban jelas saat ini juga,” ujarnya.

Anggota DPRD Kota Tasikmalaya H Enjang Bilawini mengaku bersyukur adanya respons masyarakat yang menggebu dan berkeinginan untuk memiliki masjid di wilayah Kecamatan Mangkubumi. “Kita akan bantu dorong supaya di tahun 2020 bisa dianggarkan,” tutur politisi PPP dari dapil Mangkubumi-Kawalu ini.

Menurutnya, anggota dewan bukan tidak berupaya mengabulkan keinginan masyarakat. Hanya saja, secara regulasi, panitia pem­bangunan masjid tidak memiliki legalitas yang memadai untuk menerima bantuan dari anggaran pen­dapatan dan belanja daerah (APBD).

“Ken­dala prinsip itu, tak ada wadah khusus. Mereka hanya berbentuk panitia saja, maka kita arahkan supaya bentuk kelembagaan agar mudah mengucurkan bantuan dalam sisi administratif,” katanya memaparkan.

Wakil Ketua Komisi I ini menyebut akan membuat re­ko­mendasi kepada Pemkot untuk me­nyalurkan dana corporate social res­ponsibility (CSR) pe­rusahaan di Kota Tasik­malaya, untuk dana pem­bangunan masjid.

“Pemkot kami minta turut serta me­mikirkan, misalnya da­na CSR itu bisa di­alokasikan ke sana. Kan Pem­kot me­lalui forum CSR ada ke­wenangan untuk m­e­ngarahkan alokasi yang dibutuhkan masyarakat dari dana CSR yang dihimpun,” ujarnya.

Hal senada diucapkan anggota DPRD Kota Tasikmalaya dari PKS H Heri Ahmadi. Menurutnya, dana CSR lebih taktis untuk menuntaskan pembangunan masjid level kecamatan itu. “Kan diketahui bersama, dulu tahun 2017 sempat ada anggaran sebesar Rp 100 juta, tetapi tidak mencukupi,” katanya.

“Ada pun dianggarkan kembali saat ini, tidak bisa lantaran penerima harus merupakan lembaga berbadan hukum,” ujarnya. (igi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.