Warga Mengeluhkan Aroma Sampah

20

BANYURESMI – Warga Kampung Leuweung Desa Sukaraja Kecamatan Banyuresmi mengeluhkan aroma tidak sedap dari Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Pasir Bajing yang tidak jauh dari wilayah tersebut. Bau tak sedap itu sudah sekitar satu minggu terakhir ketika hujan datang.

“Memang dari dulu juga sudah bau, tetapi sekarang kondisinya lebih parah lagi, lebih menyengat,” ujar Herman (45), salah satu tokoh masyarakat di Desa Sukaraja kepada wartawan Selasa (12/2). Bukan hanya warga, kata dia, pengguna jalan juga megeluhkan kondisi tersebut.

Keresahan warga terhadap kondisi TPAS Pasir Bajing sudah dirasakan beberapa tahun lalu. Warga pun sudah mengadu kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut. Bahkan, pemerintah kabupaten berjanji akan memindahkan TPAS. Namun hingga kini belum ada realisasinya. “Sampah terus menumpuk setiap harinya. Bahkan, sempat terjadi antrean kendaraan pengangkut sampah yang tidak bisa membuang sampah,” katanya.

Dia berharap pemerintah kabupaten segera mengambil langkah menangani masalah sampah tersebut. “Katanya mau ada kerja sama dengan negara lain dalam mengatasi sampah ini. Coba jalankan, kami sangat mendukung sekali,” terangnya.

Terpisah, Bupati Garut H Rudy Gunawan mengatakan dalam pengelolaan sampah Pemkab Garut akan menggandeng perusahaan dari Korea Selatan (Korsel) dan Jepang. Perusahaan dari kedua negara itu mampu mengolah sampah yang dihasilkan di Garut menjadi energi listrik hingga 25 megawatt. “Nanti listriknya kita jual ke PLN supaya bisa menghasilkan,” katanya.

Rudy mengaku dalam kerja sama tersebut, Pemkab Garut tidak mengeluarkan dana sama sekali untuk penyertaan modal. Sementara mengenai teknologi, alat dan investasi yang totalnya ditaksir hingga Rp 50 miliar seluruhnya ditanggung kedua investor asal kedua negara itu. “Kita hanya menyediakan lahan saja karena semuanya sudah ditanggung oleh perusahaan,” terangnya.

Untuk saat ini, pihaknya bakal segera melakukan penambahan lahan seluas 5 hektare di dekat lahan saat ini yakni lokasi TPAS Pasir Bajing. Untuk mematangkan rencana ini, Pemkab Garut telah mendapatkan undangan khusus ke pusat perusahaan pengolahan sampah asal Korea Selatan dan Jepang itu. (yna)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.