Pemkot Perlu Punya Program Unggulan Menangani Kemiskinan

Warga Miskin Di Kota Tasik Baru Bisa Sebatas Bertahan Hidup

28
PELATIHAN. Peserta mengikuti pelatihan Peningkatan Produktivitas dan Pendapatan Keluarga Berbasis Komunitas (P3KK) beberapa waktu lalu.

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

CIHIDEUNG – Masyarakat menunggu gebrakan pemkot menangani kemiskinan. Saatnya, pemerintah daerah memiliki program unggulan pengentasan kemiskinan yang inovatif. Jika baru sebatas mengekor program pemerintah, maka hasilnya tidak akan maksimal.

Mengandalkan program pemerintah pusat untuk menangani kemiskinan, bagi Enan Suherlan, salah satu tokoh pemuda Muhammadiyah adalah bentuk ketidakseriusan pemerintah daerah menangani kemiskinan di wilayahnya. “Karena yang lebih memahami kebutuhan masyarakat ya pemerintah daerah,” ungkapnya kepada Radar, Jumat (2/11).

Terlebih program pemerintah pusat, menurutnya, bukan merupakan upaya pengentasan kemiskinan. Tapi baru sebatas membantu masyarakat miskin supaya bisa bertahan hidup.
“Program dari pusat memang bagus karena membantu masyarakat miskin, tapi tidak juga menjadikan mereka keluar dari kemiskinan,” terangnya.

Enan percaya Pemkot bisa membuat program berkualitas menangani kemiskinan. Akan tetapi perlu keseriusan untuk menyukseskan program tersebut. “Karena yang penting itu keseriusan dalam melaksanakan programnya,” terangnya.

Untuk pembangunan infrastruktur, dia mengapresiasi upaya Pemkot membenahi kota, khususnya perbaikan jalan. Meskipun diakui bisa menunjang lancarnya perputaran roda ekonomi, namun tidak menyeluruh. “Masyarakat miskin belum bisa merasakannya secara ekonomi, hanya sebatas menikmati jalan yang bagus,” katanya.

Sementara itu Sekretaris Banteng Muda Indonesia (BMI) Kota Tasikmalaya M Faried Almahzumi mengatakan Pemkot Tasikmalaya memiliki program Wirausaha Baru (WUB) dan Peningkatan Produktivitas dan Pendapatan  Keluarga Berbasis Komunitas (P3KK).

Itu, baginya, merupakan program pengentasan kemiskinan. Karena program tersebut berupaya memberdayakan pemuda-pemudi produktif guna meningkatkan ekonomi masyarakat.

“Keduanya adalah program pengentasan kemiskinan,” terang pria yang pernah menjadi pendamping program P3KK itu.

Namun dia akui sasaran dari kedua program tersebut memang belum sepenuhnya tepat sasaran. Maka dari itu Pemkot harus lebih selektif dalam menentukan masyarakat miskin yang menjadi sasaran program. “Memang belum kepada masyarakat yang benar-benar miskin,” kata dia.

Dia menilai tidak ada salahnya Pemkot juga membuat program pengentasan kemiskinan lainnya. Supaya kemiskinan di Kota Tasikmalaya bisa tertanggulangi. “Memang perlu ada program-program pengentasan kemiskinan lainnya juga,” sarannya. (rga)

CALEG KITA

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.