Warga Muara Gembong Beri Nama Jembatan Jokowi, Ternyata Begini Asal-usulnya

151
0
JADI SULIT: Akibat Jembatan Cibayawak yang putus, warga yang hendak melintas terpaksa harus memutar jalan hingga sejauh sembilan kilometer.

BEKASI – Warga Kecamatan Muaragembong yang ingin menuju Desa Pantaibakti kini bisa menggunakan mobil. Karena jembatan rangka baja yang mulai dibangun sejak awal 2018 sudah bisa dilalui.

Usulan pembangunan jembatan yang menggunakan APBN ini bermula ketika Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengunjungi Desa Pantaibakti Kecamatan Muaragembong untuk menebar benih udang.

“Jadi awalnya ini saat Pak Jokowi mengembangkan tambak-tambak udang di sini (Muaragembong) pada 1 November 2017,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat mendampingi Presiden Jokowi dalam kegiatan panen raya tambak udang di Kecamatan Muaragembong, Rabu (30/1/2019).

Usai menebar benih, lanjut Basuki, Presiden Jokowi memerintahkan pihaknya agar membangun jembatan penghubung Desa Pantaimekar-Pantaibakti.

“Awalnya jembatan ini tidak ada. Yang ada jembatan gantung dan tidak bisa dilewatin mobil. Jadi jembatan ini juga sebagai ‘jalan produksi’,” katanya.

Jembatan yang memiliki bentangan sepanjang 80 meter ini menelan anggaran Rp29 miliar. Pembangunan jembatan tersebut memakan waktu sekitar setahun.

“Jadi pembangunannya dari Kementerian PUPR. Ini Sungai Citarum kan masuk wilayah sungai nasional juga,” katanya.

Meskipun jembatan rangka baja sudah bisa dilalui, namun jembatan gantung tidak diputus.

“Jembatan gantung kan bisa buat motor. Kalau jembatan rangka baja ini untuk mobil pengangkut produksi hasil tambak. Untuk jalannya juga nanti akan kita perbaiki terus sampai ke pantai,” ungkapnya.

Warga Kecamatan Muaragembong memberi nama jembatan tersebut Jembatan Jokowi. Pemberian nama itu dipilih karena jembatan dibangun atas perintah Presiden Jokowi.

(enr/pojokjabar)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.