Warga Pamarican Ciamis Resah, Longsor Tutup Saluran Anak Sungai Citalahab

127
0
LONGSOR. Aliran anak Sungai Citalahab di Blok Ciodeng Dusun Sambungjaya RT 18 /07 Desa Sukahurip Kecamatan Pamarican Kabupaten Ciamis tertup material longsor Minggu (26/7). ISTIMEWA 

CIAMIS – Tebing anak Sungai Citalahab di Blok Ciodeng Dusun Sambungjaya RT/RW 18/07 Desa Sukahurip Kecamatan Pamarican longsor Minggu (26/7) pagi.

Lebar longsoran mencapai 300 meter. Material longsor menutupi aliran sungai.

Baca juga : Tak Ada Shalat Idul Adha di Masjid Agung Ciamis

Sekretaris Desa Sukahurip Kecamatan Pamarican Jarmin Teguh Prabowo SIP menjelaskan longsor terjadi pada Sabtu (25/7) malam. Diduga disebabkan hujan dengan intensitas tinggi beberapa hari ini.

“Beruntung dalam kejadian ini tidak sampai ada korban jiwa,” ujarnya kepada Radar, kemarin.

Dalam kejadian ini, kata dia, material longsor yang menimbun aliran sungai di antaranya berbagai jenis pohon.

Material itu mengganggu aliran air. Sehingga warga khawatir bila dibiarkan menyebabkan luapan dan banjir.

“Kalau sampai terjadi luapan air dan banjir ini jelas akan mengancam pesawahan di sekitarnya yang mencapai 75 hektare dan ada lima perkampungan dengan cukup banyak jiwa.

Saat ini kami kesulitan mengevakuasi material longsor yang menimbun aliran sungai, karena memerlukan alat berat,” katanya.

Maka dari itu, dia berharap pemerintah kabupaten segera turun tangan.

Membersihkan material longsor yang menutupi aliran sungai. Sehingga warga bisa tenang dan tidak khawatir terjadi banjir atau luapan air sungai.

“Kemudian ke depan harus segera dibangun TPT, sehingga tidak akan terjadi lagi longsoran,” ujarnya.

Ependi (36), warga sekitar sungai mengatakan longsoran cukup parah, hampir sepanjang 300 meter. Aliran sungai tertutupi oleh material longsor.

Baca juga : Sekolah Motekar di Sadananya Ciamis, Kurangi Anak Kecanduan Gadget

“Sekarang material longsor membendung air sungai dan jika terus dibiarkan bisa berdampak luas dan membahayakan warga serta lahan pertanian di sini. Makanya diharapkan pemerintah bisa segera bertindak,” katanya.

“Masyarakat sudah melakukan upaya dengan menyingkirkan sedikit material sehingga aliran air tidak begitu tertutupi. Namun, upaya tersebut belum begitu maksimal dan masih terjadi penumpukan material longsor yang begitu banyak,” ujarnya, menambahkan. (isr)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.