Warga Pameungpeuk Garut Pertanyakan Jenazah dari Tanggerang

201
0
istimewa BERKUMPUL. Sejumlah warga mendatangi Kantor Kecamatan Pameungpeuk Kamis malam (30/4). Mereka mempertanyakan status jenazah yang datang dari Tanggerang baru-baru ini.

PAMEUNGPEUK – Ratusan warga Kecamatan Pameungpeuk mendatangi Kantor Kecamatan Pameungpeuk Kamis malam (30/4).

Mereka mempertanyakan status jenazah yang datang dari Tengerang pada Senin (27/4) lalu.

Sejak pukul 19.00, warga mulai berdatangan ke Kantor Kecamatan Pameungpeuk. “Warga minta hasil rapid test istri dan keluarga almarhum untuk dibuka hasilnya. Tapi sama kecamatan, sampai malam ini (Kamis malam) belum dibuka,” ujar Diki, salah seorang warga saat dihubungi Kamis malam.

Baca juga : Pasien Positif Covid-19 di Kota Tasik Bertambah Jadi 30 Orang

Menurut dia, warga ingin hasil rapid test-nya diketahui supaya masyarakat tidak resah. Pasalnya selama ini warga mendengar kabar jenazah tersebut meninggal terkait Covid-19. Terlepas statusnya sebagai PDP atau positif.

Dokter Puskesmas Pameungpeuk dr Ema menyebut proses pemulasaraan jenazah sesuai standar Covid-19 karena pihaknya melihat hasil CT scan dan thorax dari salah satu rumah sakit, bahwa jenazah terindikasi Covid-19.

Loading...

“Sebagai bahan pertimbangan kehati-hatian saya sebagai penanggung jawab medis di Puskemas Pameungpeuk, saya beserta tim Satgas Covid-19 membuat keputusan untuk melakukan pemulasaraan berdasarkan prosedur Covid-19 demi kemaslahatan semua masyarakat Pameungpeuk,” katanya.

Namun setelah pihaknya melakukan konfirmasi dengan dokter perusahaan di Tangerang, tempat jenazah bekerja sebelum meninggal dunia, dinyatakan bahwa jenazah tersebut tidak terindikasi Covid-19.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan dari rumah sakit Sari Asih tidak terindikasi Covid-19,” ucapnya. Ema meminta maaf jika ada yang merasa dirugikan atas tindakan yang telah dilakukan pihaknya.

Baca juga : Sabda Alam Garut Bagikan Ribuan Paket Sembako

Terpisah, Bupati Garut Rudy Gunawan memastikan warga Kecamatan Pameungpeuk yang meninggal dunia belum dinyatakan positif Covid-19 karena tidak ada bukti hasil swab test maupun rapid test-nya.

“Yang ada itu adalah petunjuk dari hasil dokumen yang bersangkutan di RS Mayapada yang menyatakan berdasarkan hasil uji klinis (CT Scan) yang bersangkutan diduga Covid-19,” ujar Rudy dalam konferensi pers di Command Center kemarin.

(yna)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.