Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

3.1%

19.8%

7.3%

69.7%

Warga Pancatengah Edarkan Sabu di Tasik Selatan, Begini Modusnya..

4019
3
TUNJUKAN BARANG BUKTI
Satnarkoba Polres Tasik perlihatkan barang bukti kasus sabu dengan modus kirim paket hape, Kamis (06/08) siang. istimewa for radartasikmalaya.com

KABUPATEN TASIK – Peredaran sabu-sabu yang modusnya dikirim paket melalui angkutan umum (Angkum Elf) diungkap Satnarkoba Polres Tasikmalaya, Kamis (06/08).

Kasatnarkoba Polres Tasik, AKP Ngadiman mengatakan, kasus tersebut terungkap setelah pihak awak angkum Elf curiga dengan pengiriman paket berupa dus handphone, namun ringan ketika dipegang.

Apalagi, kata dia, awak elf mengaku curiga karena pihaknya sangat sering menerima paket itu dari Bandung untuk dibawa ke Tasikmalaya dan akan dibawa seseorang.

Maka, lanjut Ngadiman, timnya melakukan investigasi di lapangan setelah menerima informasi tersebut dan akhirnya menciduk tersangka ATS (25), warga Sukasari Cibuniasih, Pancatengah, yang kerap mengambil paket kiriman itu.

“Dari ATS ini kita amankan 0,40 gram sabu. Lalu kita kembangkan ke pengirimnya di Bandung,” ujar Kasatnarkoba, saat gelar perkara kepada wartawan, Kamis (06/08) sore.

Terang dia, di Bandung pihaknya menciduk si pengirim paket itu, ND (28) warga Kemang Timur Jakarta Selatan. Dari ND pihaknya mengamankan barang bukti 14,40 gram.

“Modusnya dikirim dengan paket kendaraan. Jadi pesenan barangnya dari Bandung dikirim melalui kendaraan elf jurusan Cikatomas-Bandung. Jadi barang tersebut dititipkan di angkutan itu,” terangnya.

“Informasi yang masuk ke kita bahwa ada seseorang yang suka mengirim barang melalui elf. Makanya timbul kecurigaan bahwa seseorang itu terlalu sering mengirimnya. Jadi mencurigakan,” sambungnya.

Dia menambahkan, pengakuan pelaku sudah 3 kali melakukan pemesanan sabu ini untuk dikonsumsi dengan rekannya dan diedarkan di wilayah Tasik Selatan.

“Kedua tersangka dijerat pasal 112 ayat (1) ancaman hukuman 4 tahun maksimal 12 tahun denda Rp 800 juta sampai Rp 8 miliar, dan pasal 114 ayat (1) ancaman hukuman 5 tahun sampai 12 tahun denda Rp 10 juta sampai Rp 10 miliar,” pungkasnya.

(rezza rizaldi)

loading...

3 KOMENTAR

  1. pilih 12 taun atau denda 8 milyar. mending didenda we pa, sina karaoseun. artosna dianggo ngomean jalan ka ditu. soalna jarang aya nu damel 12 taun, gaduh tabungan 8 milyar 🙏

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.