Warga Pangandaran Jadi Korban Mutilasi

144
ISTIMEWA DIMAKAMKAN. Jenazah Ai Munawaroh dimakamkan di Sindangjaya, Mangunjaya, Kabupaten Pangandaran Kamis (14/3).

PANGANDARAN – Warga asal Kabupaten Pangandaran, Ai Munawaroh (30) menjadi korban pembunuhan di Malaysia. Tubuh janda beranak dua asal Cirapuan, Sindangjaya, Mangunjaya itu dimutilasi di Negeri Jiran.

Kamis pagi (14/3), Ai Munawaroh dimakamkan di tanah kelahirannya, Mangunjaya. Ayah korban, Rohili (52) saat dihubungi Radar, mengatakan bahwa anaknya itu bekerja di sebuah perusahaan konveksi di Baleendah Kabupaten Bandung. Ia pergi ke Malaysia bersama bosnya, Nuryanto (37), yang juga merupakan korban mutilasi.

”Anak saya berangkat ke Malaysia pada tanggal 21 Januari. Katanya mau menagih pesanan konveksi ke sana,” ungkapnya kepada Radar.

Pada 21 Januari, Ai Munawaroh sempat menelepon Rohili. Ia bercerita sudah sampai di Malaysia dan akan pulang 23 Januari. ”Tapi sejak tanggal 21 Januari itu, saya tidak bisa lagi menghubunginya, tapi suara nada deringnya masih terdengar,” ujarnya.

Lewat 23 Januari, Rohili semakin was-was. Anaknya itu tidak mengangkat panggilan teleponnya. Selang seminggu kemudian, ia mendapat kabar bahwa anaknya sudah meninggal dunia di Malaysia. ”Saya mendapat informasi itu dari KBRI di Malaysia,” jelasnya.

Awalnya ia tidak percaya dengan informasi itu, hingga pada akhirnya datang seorang petugas KBRI mengajaknya pergi ke Malaysia. Di sana, dia menjalani tes DNA. ”Setelah tes DNA saya mendapat kabar bahwa anak saya meninggal dengan kondisi tragis. Saya sempat kaget mendengarnya,” jelasnya.

Ia pun sempat diperlihatkan rekaman CCTV detik-detik anaknya dan bosnya itu masuk kedalam sebuah mobil. ”Saya melihat dia dijemput tiga orang dan masuk kedalam mobil. Polisi Malaysia menyebutkan bahwa kemungkinan anak saya dibunuh di dalam mobil itu,” katanya.

Ai Munawaroh diketahui menyandang status janda, ia pun meninggalkan dua orang anak.

”Anak pertama tujuh tahun dan yang kedua empat tahun. Saat ini keduanya ikut dengan neneknya di Bandung,” ungkapnya.

Jenazah Ai sampai di Mangunjaya pada hari Rabu (13/3) pukul 21. 00 dan dimakamkan Kamis (14/3) pukul 09. 30.

”Jenazah anak saya datang dengan dibungkus dalam peti, saya pun tidak bisa melihat wajahnya untuk terakhir kalinya,” tuturnya.

Rohili meminta maaf jika anaknya itu memiliki kesalahan selama hidupnya.

”Mudah-mudahan segala dosa anak saya diampuni dan segala amal ibadahnya bisa diterima Allah,” ungkapnya sambil menangis. (den)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.