Warga Paseh Kota Tasik Tolak Tempat Isolasi Pasien Corona

837
0
radartasikmalaya.com

CIHIDEUNG – Sejumlah spanduk penolakan terpampang di sekitar Jalan Paseh Kecamatan Cihideung, Minggu (12/4). Spanduk bertuliskan menolak tegas UPTD Puskesmas DTP Cihideung (RSB Dewi Sartika) dijadikan tempat isolasi pasien corona.

Ketua Komunitas Peduli Anak Bangsa (KPAB) Yudi Rusmayadi mengatakan penolakan tersebut merespons adanya rencana Pemkot Tasikmalaya menjadikan salah satu fasilitas kesehatan (faskes) di wilayah Paseh.

Baca juga : Positif Covid-19 dan OTG Naik Terus, Warga Kota Tasik Diminta Makin Waspada

Faskes tersebut rencananya akan dijadikan ruang isolasi bagi pasien Covid-19. Namun, sampai saat ini belum ada tindak lanjut hanya saja cukup membuat warga was-was.

“Sebab warga khawatir, bangunannya kurang layak dan lokasinya dipadati pemukiman penduduk,” kata dia kepada Radar kemarin.

Dia menjelaskan faskes tersebut merupakan tempat bersalin, tidak seperti rumah sakit lainnya. Bahkan, kanan kiri dan belakang gedung sangat berdempetan dengan rumah warga.

“Wajar was-was. Ada rencana itu kami merespons karena lokasi tidak representatif. Parkir mobil saja paling muat empat, jadi tidak layak,” tuturnya.

Menurut Yudi, informasi terakhir dari pemerintah, rencana tersebut urung dilaksanakan. Namun, ketika ada upaya memaksa, masyarakat akan menolak lebih keras lagi. “Bahkan pengusaha-pengusaha di kami sampai mau patungan apabila mau buat ruang isolasi, asal tidak di sini,” kata Yudi.

Terpisah Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya dr Uus Supangat mengakui adanya rencana pemanfaatan faskes tersebut, apabila keadaan semakin mendesak. Terutama, ketika terjadi lonjakan tinggi. “Sebagai langkah antisipatif, tetapi mudah-mudahan saja tidak terpakai,” ujarnya.

Baca juga : Perawat Positif Corona Sembuh dan Pulang Disambut Warga Mangkubumi Tasik Sebagai Pahlawan Kemanusiaan

Uus menyebut pihaknya menyiapkan beberapa tempat yang direncanakan sebagai ruang isolasi tambahan. Antisipasi supaya masyarakat yang terkena Covid-19 bisa tetap terlayani, dengan tetap memperhatikan keamanan bagi sekitar lingkungan ruang isolasi.

“Masyarakat mungkin belum mendapat edukasi yang utuh. Kami harus giat lagi edukasi dan membangun optimisme di masyarakat,” ujar Uus. (igi)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.