Warga Penumbangan Ciamis Resah Banjir Susulan, 4 Tanggul Jebol Harus Diperbaiki

132
0

CIAMIS – Banjir di Kecamatan Panumbangan sudah surut. Namun sampai Senin (24/2), banjir masih terus mengancam warga di Desa Kertaraharja dan Desa Sindangherang itu. Apalagi, tanggul di empat lokasi jebol. Panjangnya sekitar 200 meter.

Pelaksana Pemerintahan Kecamatan Panumbangan Yudi Wahyudin mengaku mendapatkan laporan dari pengurus dusun dan desa di Kecamatan Panumbangan bahwa akibat empat lokasi tanggul jebol, sebanyak 460 kepala keluarga terdampak banjir tahunan tersebut. Rinciannya, di Dusun Cikopeng 120 kepala keluarga, Dusun Panoongan 250 keluarga, Dusun Sukapulang Wetan 40 keluarga, Dusun Sukapulang Kulon 20 keluarga.

Baca juga : Warga Penumbangan Ciamis: Kami Sudah Capek Sering Kena Banjir, Kamar Dimodifikasi

Dusun-dusun itu berada di bawah Pemerintahan Desa Kertaraharja. Adapun untuk korban banjir di Dusun/Desa Sindangherang yaitu 30 keluarga itu berikut rumah dan toko, belum lagi puluhan kolam dan sawah.

“Untuk sekarang memang surut, warga tengah berbenah bereskan rumah dari lumpur dan perabotan rumah yang terendam,” kata Yudi kepada Radar, Senin (24/2).

Kepala Dusun Cikopeng Desa Kertaraharja Enceng Edi Kurnia menjelaskan selain 120 keluarga yang menjadi korban banjir, warganya juga mengalami kerugian, karena 80 kolam dan sawah 15 hektare terendam.

Loading...

“Ikannya semua habis kebawa arus, bahkan ada yang sampai pindah-pindah ikannya ke kolam orang lain,” ujarnya kemarin.

“Kursi rusak, kasur, piring penuh lumpur, bahkan motor yang disimpan di dalam rumah juga mogok, karena terendam bahkan sampai pagi ini warga masih sibuk bersihkan lantai yang penuh lumpur tebal,” papar Enceng.

Enceng menambahkan tanggul 50 meter yang jebol di dusunnya sampai kemarin belum ditutup. Karena tanggul tersebut harus ditutup beton.

“Kalau dengan karung isi pasir atau tanah percuma pasti akan jebol atau rembes juga,” ujarnya.
Senin pagi (24/2), menurut Enceng, pihaknya kedatangan dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy. Mereka mengecek ke lokasi tanggul jebol. Mereka berjanji akan secepatnya membangun lagi tanggul tersebut.

“Saya harap memang secepatnya (dibangun), karena kalau hujan pasti akan meluap dan merendam pemukiman,” harapnya.

Kepala Seksi Pemerintan Desa Sindangherang Kecamatan Panumbangan Kabupaten Ciamis Asep Hidayat menjelaskan di wilayahnya banjir sempat merendam Dusun Sindangherang.

Itu setelah tanggul Sungai Citanduy di tiga lokasi di Desa Sindangherang jebol. Masing-masing panjangnya sekitar 50 meter. Jadi total ada 150 meteran.

“Untuk sekarang memang surut, tapi kalau tanggul masih belum ditutup dengan beton lagi, pasti akan banjir lagi,” jelasnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis H Mochamad Soekiman menjelaskan mengaku pihaknya telah memberikan bantuan dua tangki air bersih ke lokasi terdampak banjir di Panumbangan. Itu setelah sumur-sumur warga kotor karena terendam banjir.

“Bahkan kami koordinasi dengan BBWS karena kewenangannya ada di BBWS,” tuturnya.

Dia menyampaikan kawasan rawan banjir akibat luapan Sungai Citanduy di Ciamis tak hanya Kecamatan Panumbangan.

Diantaranya, Kecamatan Lakbok, Purwadadi, Banjarsari, Banyarayar dari Sungai Ciputra Haji. Begitu juga di Kecamatan Rancah. Di sana juga ada titik langganan banjir tahunan.

“Intinya luapan air itu, karena debit airnya tinggi karena intensitas hujan secara terus menerus ditambah kiriman dari daerah lain, sehingga sampai di Ciamis meluap, “ tutur pejabat eselon II tersebut. (isr)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.