Warga Ponorogo Hijrah karena Hari Kiamat Sudah Dekat, Begini Kata Kapolres..

106
Kapolres Batu, AKBP Budi Hermanto bersama MUI dan pihak Ponpes menepis isu kiamat Ponorogo. (Radar Malang)

MALANG – Polres Batu menanggapai banyaknya warga Ponorogo tinggalkan kampung halaman dan hijrah ke Malang karena mendapat bisikan hari kiamat sudah dekat.

Sebanyak 52 kepala keluarga (KK) dikabarkan hijarh ke Pondok Pesantren (Ponpes) Miftahul Falahi Mubtadiin (MFM) Kabupaten Malang, Jawa Timur untuk menghindari kiamat.

Mereka membawa bekal yang cukup banyak hingga mencapai 5 kwintal. Bahkan, ada yang membawa binatang ternak seperti kambing dan sayur mayur.

Sebagian dari mereka menjual rumah dan tanah mereka di kampung halaman agar bisa hijrah. Mereka memboyong istri dan anak ke Ponpes MFM.

Baca Juga : Percaya Kiamat Sudah Dekat, Warga Ponorogo Tinggalkan Kampung Halaman

Dari informasi yang beredar, warga diwajibkan menjual aset-aset yang dipunyai sebagai bekal ke akhirat dengan menyetorkan ke salah satu pondok di Kecamatan Kasembon, Malang.

Mereka menyakini pondok pesantren yang mereka ditinggali di Kabupaten Malang tidak akan terkena dampak kiamat.

Kapolres Batu, AKBP Budi Hermanto mengatakan bahwa informasi yang beredar di kalangan masyarakat tersebut adalah hoaks.

Hermanto mengatakan, pihaknya telah mengumpulkan beberapa pihak untuk mengklarifikasi informasi tersebut. Proses klarifikasi itu dilakukan dengan mengundang semua pihak terkait ke Polres Batu, Rabu (13/3) sore.

“Kami juga bekerja sama dengan Muspika, Pemkab Malang, MUI, NU, FKUB, termasuk anshor, untuk meluruskan informasi yang beredar saat ini, yang mana beberapa orang warga di Kabupaten salah satu Provinsi di Jatim mondok juga sebagai salah satu santri di pondok tersebut,” ujarnya.

Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni membenarkan kepindahan puluhan warga Ponorogo ke Kasembon. Ipong menjelaskan, warga pindah karena percaya akan datangnya hari kiamat.

Mereka menyakini pondok pesantren yang mereka ditinggali di Kabupaten Malang tidak akan terkena dampak kiamat.

“Mereka percaya akan ada kiamat dan kalau di pondok itu enggak ikut kiamat,” tandas Ipong. (fia/radarmalang/pojoksatu)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.