Warga Protes Penebangan 2 Pohon Trembesi di Situ Gede

91
MENGADU. Empung Lewi (kanan) bersama warga Kampung Maniis Kelurahan Linggajaya Kecamatan Mangkubumi mengadukan penebangan pohon di kawasan Situ Gede kepada Ketua LPLHI Kota Tasikmalaya Asep Depo (kiri), Senin (7/1).

BUNGURSARI – Sejumlah warga mengadukan penebangan pohon trembesi di kawasan Situ Gede ke Lembaga Pemerhati Lingkungan Hidup Indonesia (LPLHI) Kota Tasikmalaya, Senin (7/1).

Warga menduga pohon tersebut ditebang oleh pihak pengelola Rumah Makan Asep Stroberi (Astro).

Empung Lewi (60), warga Kampung Maniis RT 04 RW 05 Kelurahan Linggajaya Kecamatan Mangkubumi menyebutkan penebangan pohon tersebut terjadi pada Jumat (4/1).

Warga pun mempertanyakan izin penebangan pohon yang dinaungi pemerintah itu kepada para penebang. Namun, mereka tidak memperlihatkannya.

“Mereka (penebang, red) sempat berhenti, tapi setelah Jumatan penebangannya dilanjutkan,” ungkapnya kepada Radar.

Ada dua pohon trembesi yang ditebang dengan ketinggian sekitar delapan meter. Menurut Empung, pengelola rumah makan sengaja menebang karena kedua pohon tersebut dianggap menghalangi pemandangan. “Mungkin karena menghalangi, jadi ditebang,” ujarnya.

Empung menceritakan pada 2005 silam ada seorang kuncen Situ Gede yang sampai diproses hukum dan sempat ditahan karena melakukan penebangan pohon tersebut.

Maka dari itu, dia berharap LPLHI bisa membantu mereka dalam mengadvokasi masalah itu. Dikhawatirkan ke depannya ada penebangan liar lainnya di kawasan Situ Gede.

“Kita bukannya menolak keberadaan rumah makan itu karena bisa meningkatkan ekonomi masyarakat, tapi jangan merusak juga,” tuturnya.

Ketua LPLHI Kota Tasikmalaya Asep Depo menyesalkan penebangan tersebut. Pasalnya, Situ Gede merupakan kawasan wisata sekaligus Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan tidak boleh sembarangan menebang pohon.

“Apalagi yang ditebang itu pohon trembesi yang bermanfaat untuk lingkungan,” katanya.

Pihaknya pun merencanakan aksi ke pengelola rumah makan yang disebutkan warga untuk mempertanyakan izin penebangan pohon itu. Jika memang tidak ada izin, proses hukum akan ditempuh.

“Kita pertanyakan izinnya, jangan sampai mereka menebang pohon seenaknya,” tuturnya.

Dikonfirmasi terpisah, owner Rumah Makan Astro Asep Haelusna membantah tudingan tersebut.

Dia mengaku tidak tahu menahu apalagi melakukan penebangan pohon di kawasan Situ Gede. “Saya enggak tahu, coba ditelusuri dulu siapa yang melakukannya,” bantahnya. (rga)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.