Warga Rancabango Minta Kerja di Transmart

2511
Firgiawan / Radar Tasikmalaya AKSI. Warga mengatasnamakan Forum Masyarakat Rancabango Bersatu (FMRB) menggelar unjuk rasa di depan proyek Transmart Tasikmalaya, Rabu (9/1).

CIPEDES – Sejumlah warga yang tergabung dalam Forum Masyarakat Rancabango Bersatu (FMRB) berunjuk rasa di depan proyek pembangunan Transmart Tasikmalaya, Rabu (9/1). Massa aksi yang didominasi ibu-ibu itu membawa spanduk tuntutan dan berorasi di depan gerbang proyek yang tertutup pagar seng sekitar 2,5 meter.

Ketua RW 15 Kampung Rancabango Kelurahan Panglayungan Kecamatan Cipedes Edi Kusmayadi mengatakan aksi tersebut dilakukan untuk meminta sosialisasi dari pihak Transmart terhadap warganya. Mengingat, meski secara territorial tidak berada di wilayahnya, kehadiran mal berskala nasional itu diprediksi akan berdampak terhadap warga Rancabango. “Warga meminta ada sosialisasi kepada warga Rancabango, namun sejauh ini hingga pembangunan mencapai 80 persen, sosialisasi tidak ada,” tutur Edi usai bernegosiasi dengan pelaksana proyek PT Adhy Persada Gedung.

Menurutnya, dari pihak Transmart tidak ada yang pernah datang secara langsung untuk bersilaturahmi dengan RW atau warga RW 15. “Sedangkan warga Rancabango merupakan yang paling terdampak terhadap adanya keramaian di sini. Bayangkan saat ini anak-anak bisa santai untuk menyeberang jalan, kalau nanti kan kami gelisah sebagai orang tua,” papar Edi.

Warga yang berharap bisa menemui pihak Transmart sedikit kecewa karena yang ada di lingkungan proyek hanyalah pekerja. “Kami harapkan bisa bertemu dengan pihak Transmart agar apa yang kami rasakan bisa tersamapaikan. Tadi kami berkomunikasi melalui telepon, keputusannya pihak Transmart melalui humas akan menemui warga Rancabango, namun teknisnya belum jelas,” ungkapnya.

Ketua RT/RW 03/15 Dayat mengatakan sejauh ini sudah ada upaya mediasi dua kali di kediaman salah seorang tokoh Rancabango. Warganya ingin diprioritaskan dalam hal pemberdayaan atau pembukaan lapangan kerja, ketika proses pembangunan atau pun operasional Transmart telah berjalan. “Kita selama ini hanya diterima pihak pelaksana proyek, tidak ada kesepakatan apa pun. Sementara di media sosial ada lowongan untuk bekerja di Transmart, dengan menghubungi RW setempat. Padahal RW kami tidak tahu menahu,” bebernya.

Mereka mengancam akan datang dengan massa lebih banyak lagi, apabila tidak ada upaya kooperatif dari manajemen perusahaan. Mengingat sampai saat ini tidak ada kompensasi apa pun yang diterima masyarakat. “Intinya kita menolak ketika tidak ada kesepakatan apa-apa dengan warga. Padahal gedung sudah 80 persenan menuju selesai,” keluhnya.

Sementara itu, pihak keamanan PT APG Dede mengatakan sebetulnya warga Rancabango yang hendak bekerja di perusahaan sudah diberi keleluasaan. Pelaksana konstruksi pun sudah berupaya kooperatif, salah satunya menerima setiap lamaran yang diusulkan koordinator Rancabango. “Kan sudah pertemuan dan warga menunjuk koordinator lamaran Rancabango yakni Pak Danur. Warga yang bisa menembok, atau hal lainnya silakan melamar. Kalau jadi mandor ya tidak bisa, karena perlu skill dan perusahaan juga miliki sistem,” paparnya.

Kemudian, kata dia, untuk tenaga kerja operasional saat ini belum dimulai. Mengingat pekerjaan konstruksi masih berlangsung. “Ketika akan mulai silakan ditampung. Sekarang saja warga Rancabango kan sudah ada yang bekerja jadi petugas keamanan,” tutur dia. (igi)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.