Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

4.3%

20.4%

8.3%

67%

Warga Salawu Tasik yang Positif Covid-19, Pulang dari Jakarta Naik Motor

5903
0
Juru Bicara Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Tasikmalaya dr Heru Suharto MMKes. foto: diki setiawan

SINGAPARNA – Warga terkonfirmasi positif Covid-19 asal Kecamatan Salawu dikabarkan bisa sampai pulang ke Tasikmalaya menggunakan sepeda motor pribadi, sepekan lalu hingga dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19 dan diisolasi di RSUD SMC Kabupaten Tasik.

Hal tersebut diungkapkan oleh Juru Bicara Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Tasikmalaya dr Heru Suharto MMKes. Warga Salawu yang terkonfirmasi positif Covid-19 bisa sampai pulang ke Tasik karena menggunakan sepeda motor pribadi dari Jakarta.

“Kemungkinan dia lolos saat pelaksanaan pengawasan oleh petugas baik saat melewati jalan-jalan di Jakarta maupun Bandung sampai Garut, hingga ke Tasik. Ya bisa dibilang lolos pengawasan,” ungkap Heru, kepada Radar, di Setda, Jumat (8/5).

Berita terkait : Pemudik Kabupaten Tasik dari Jakarta Positif Covid-19, Keluarga Segera Dilakukan Rapid Test

“Namun, karena yang bersangkutan merasa sehat dan hasil uji swabnya belum keluar saat pulang, jadi lolos bisa pulang sampai ke Tasik,” sambungnya.

Dia menjelaskan, di tengah pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di kota-kota terpapar Covid-19 seperti Jakarta dan Bandung, dimungkinkan warga kabupaten yang terkonfirmasi positif Covid-19, lolos dari pengawasan petugas.

“Pulang ke Tasik, karena ada sesuatu hal, dan dirinya merasa sehat dan tidak mengalami gejala atau keluhan Covid-19, sebelum hasil Swab positif Covid-19 keluar, setelah ada di Tasik. Jadi istilahnya tidak diprediksi, karena hasil rapid test nya memang negatif,” ungkap Heru.

“Sampai saat ini masih diisolasi di RSUD SMC. Sementara delapan orang keluarga serta kerabat yang kontak erat dengan korban terkonfirmasi positif Covid-19 ini, sudah kita rapid test dan hasilnya negatif,” ungkap dia.

Jelas dia, warga di sekitar tempat tinggalnya di Salawu, disarankan untuk isolasi mandiri selama 14 hari, sesuai protokol kesehatan.

Karena warga berinisial AA ini juga memiliki apotek di Salawu dan sempat melayani pembeli sebelum hasil Swab keluar.

“Termasuk bersangkutan pernah tarawih dan berinteraksi dengan masyarakat di sekitar tempat tinggalnya. Maka kami lakukan penyemprotan juga dilingkungan masyarakat tersebut juga diberikan sosialisasi untuk isolasi mandiri,” tambah dia.

(diki setiawan)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.