Warga Salopa Wafat Mendadak, Meninggal Akibat Hipertensi, Dinyatakan Negatif Covid-19

399
0
ISTIMEWA DIMAKAMKAN. Jenazah Odang Mutaram saat dibawa menuju pemakaman di Kecamatan Salopa Kabupaten Tasikmalaya Sabtu (18/4).

SALOPA – Warga asal Kecamatan Salopa Kabupaten Tasikmalaya, Odang Mutaram (52) meninggal mendadak usai salat Jumat di Masjid Cibinong, Bogor. Hasil pemeriksaan medis, dia wafat akibat hipertensi (darah tinggi) dan bukan karena Covid-19.

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibinong Bogor yang mengeluarkan surat keterangan kematian dan hasil visum negatif Covid-19 terhadap jenazah Odang. Yang bersangkutan dinyatakan meninggal akibat hipertensi atau darah tinggi.

Jenazah Odang dimakamkan seperti biasa di Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Desa Kawitan Kecamatan Salopa Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu (18/4) pagi. Sebelumnya, jenazah disalatkan.

Camat Salopa Fuad Abdul Azis menjelaskan bahwa Odang merupakan warganya asal Desa Kawitan Kecamatan Salopa. Odang bekerja sebagai tukang jual baja ringan dan las di Cibinong, Bogor. Odang tinggal di sana bersama istri dan anak-anaknya.

“Iya Pak. Benar warga kami, jenazahnya sudah dimakamkan pukul 07.00 pagi. Dimakamkan seperti biasa namun memakai peti, karena dari RSUD Cibinong, Bogornya sudah diurusi,” kata Fuad, kepada Radar, Sabtu (18/4).

Baca Juga : Ormas Islam Kabupaten Tasik Sepakat Shalat Tarawih tetap Berjamaah di Masjid

Loading...

Menurut Fuad, warganya tersebut meninggal dunia mendadak setelah melaksanakan salat Jumat di masjid di Cibinong, Bogor, Jumat (17/4). Saat itu dan sempat dikabarkan meninggal diduga karena virus Covid-19.

“Tetapi setelah pihak RSUD Cibinong Bogor mengeluarkan surat keterangan kematian dan visum bahwa Odang meninggal akibat mengidap hipertensi atau tekanan darah tinggi dan negatif Covid-19. Kata keluarganya pun katanya punya riwayat penyakit darah tinggi,” ungkap dia.

Pemakaman jenazah Odang dilaksanakan sebagaimana biasanya. Jenazahnya disalatkan oleh keluarga dan masyarakat sampai dimakamkan ke liang lahat, walaupun tetap peti matinya ikut juga dikubur.

“Karena sudah diketahui bahwa negatif Covid-19 dimakamkan biasa, walaupun dari rumah Bogor, jenazahnya diantarkan pakai peti mati, kemungkinan antisipasi, protokolnya tetap dilaksanakan,” tambah dia.

Baca Juga : 40.000 Pemudik dari Zona Merah Masuk Kabupaten Tasik & Jadi OTG, Ini Penjelasan Tim Covid-19

Kepala Desa Kawitan Uus Kusnadi menambahkan, dari penuturan keluarga Odang, memang diakui kerabatnya bahwa mempunyai riwayat penyakit darah tinggi yang cukup lama diidapnya.

“Memang sempat kaget, mendengar kabar di media nasional, ada warga kita yang meninggal di Bogor, sempat diduga karena virus corona, tetapi alhamdulillah, dari pihak rumah sakit di Bogor sudah menegaskan bahwa penyebabnya karena hipertensi, walaupun mendadak meninggalnya usai Jumatan di masjid di Bogor,” tutur dia. (dik)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.