Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

4%

19.6%

8.1%

68.2%

Warga Serahkan Lutung Peliharaannya ke BKSDA Garut

82
0
SERAHKAN HEWAN. Uus Gumilar, warga Kecamatan Garut Kota menyerahkan lutung kesayangannya kepada KSDA Garut Senin (7/9). yana taryana / rakyat garut

TAROGONG KIDUL – Uus Gumilar (49), warga Kampung Kaum Lebak Kelurahan Paminggir Kecamatan Garut Kota menyerahkan lutung kesayangannya kepada petugas Kantor Seksi Wilayah V KSDA Garut, Senin (7/9).

Penyerahan lutung berusia kurang dari tiga bulan, yang baru dibeli dua minggu dari media sosial itu setelah mengetahui bahwa hewan itu dilindungi.

Baca juga : Petugas Damkar Garut Evakuasi Ular di Tarogong Kidul

“Sudah seperti anak sendiri, jadi daripada dijual kepada orang lain lalu mati, lebih baik saya serahkan kepada petugas, minimal dia bisa tumbuh besar,” katanya saat ditemui di kantor Seksi KSDA Garut, kemarin.

Uus mengaku baru membeli bayi lutung tersebut dari seseorang yang menjualnya di media sosial facebook seharga Rp 800 ribu. Setelah membeli, dirinya banyak searching di internet soal trik pemeliharaan bayi lutung.

Dari hasil searching di internet, dirinya pun mengetahui bahwa lutung termasuk satwa yang dilindungi. “Ada yang bilang tidak apa-apa karena di Garut masih banyak lutung, tapi setelah saya pikir-pikir undang-undang kan berlaku di semua wilayah Indonesia,” katanya.

Uus mengaku sempat bingung sebelum memberikan peliharaannya kepada petugas KSDA yang memang berwenang. Karena, ada juga yang bilang jika diberikan kepada petugas, peliharaannya akan dijual oleh petugas.

Namun, setelah dirinya mendatangi kantor KSDA Garut, apa yang didengarnya tidak terbukti.

“Petugas bilang akan diserahkan ke lembaga konservasi, nanti dirawat disana, kalau memungkinkan bisa dilepasliarkan lagi, yang penting bisa tumbuh besar saja,” terangnya.

Meski baru dua minggu memelihara bayi Lutung Jawa tersebut, Uus merasa sudah punya ikatan batin yang kuat. Apalagi, selama ini lutung tersebut tidak pernah dimasukannya dalam kandang. Tidur pun, ikut bersama Uus dan selalu dalam pelukan Uus.

“Saat dia (lutung) tidur, sering saya pandangi hingga terketuk melihat satwa ini jadi yatim piatu diambil dari orangtuanya di hutan, hati saya jadi terketuk,” terangnya.

Kepala Seksi KSDA Wilayah V Garut Dodi Arisandi mengungkapkan, kesadaran warga menyerahkan satwa peliharaannya yang dilindungi oleh undang-undang patut diapresiasi.

Karenanya, pihaknya pun memberi piagam penghargaan kepada Uus.

“Kita berikan piagam penghargaan dan juga berita acara serah terima satwa, kita berharap warga yang memelihara satwa dilindungi juga bisa mengikuti apa yang dilakukan Uus,” ujarnya.

Menurut Dodi, lutung yang diserahkan oleh Uus selanjutnya akan menjalani pemeriksaan medis di lembaga konservasi Taman Satwa dan dirawat ditempat tersebut.

Jika memungkinkan, nantinya lutung tersebut bisa dilepasliarkan kembali. “Nanti Kang Uus kalau mau lihat ke taman satwa juga bisa,” katanya.

Baca juga : 4 Karyawan Positif Corona, 3 Hotel di Kawasan Cipanas Garut Ditutup

Menurut Dodi, penyerahan lutung menjadi salahsatu bukti bahwasanya perdagangan satwa ilegal masih terjadi di Garut.

Makanya, tak salah jika beberapa waktu lalu Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pun melakukan operasi di Garut dan menangkap pelaku perdagangan satwa liar. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.