Warga Siluman Kota Banjar Kembali Direndam Banjir

47
0
BANJIR. Warga membersihkan material bekas banjir. Foto kanan bawah, Ijah, salah satu warga yang rumahnya terendam banjir. Foto kiri, Kepala BPBD Kota Banjar drs Ade Setiana mengarahkan Kalak BPBD Kota Banjar Kusnadi SIP dalam penanganan banjir di Lingkungan Siluman Baru. foto-foto: Anto Sugiarto / Radar Tasikmalaya
BANJIR. Warga membersihkan material bekas banjir. Foto kanan bawah, Ijah, salah satu warga yang rumahnya terendam banjir. Foto kiri, Kepala BPBD Kota Banjar drs Ade Setiana mengarahkan Kalak BPBD Kota Banjar Kusnadi SIP dalam penanganan banjir di Lingkungan Siluman Baru. foto-foto: Anto Sugiarto / Radar Tasikmalaya
Loading...

BANJAR – Curah hujan yang tinggi di wilayah Kota Banjar dan sekitarnya sejak Rabu sore (13/1) menyebabkan debit air Sungai Citapen kembali meluap. Rumah di Lingkungan Siluman Baru RW 18 Kelurahan Purwaharja Kecamatan Purwaharja pun kembali terendam.

Ijah (53), warga di RW 18 mengaku rumahnya kembali terendam banjir dari luapan sungai sejak Kamis dini hari (14/1). Padahal, kata dia, Rabu air sempat surut. “Ternyata Rabu sore hingga malam hujan lagi, sehingga membuat air Sungai Citapen naik lagi,” kata dia kepada wartawan di lokasi.

Diakuinya, banjir serupa hampir terjadi setiap tahun. Namun kali ini yang terparah dari tahun-tahun sebelumnya. “Sementara ikut sama anak, karena rumah yang terendam milik sendiri dan rencana mau pindah supaya tidak terkena banjir,” jelasnya.

Kepala BPBD Kota Banjar drs Ade Setiana mengatakan dampak banjir akibat luapan Sungai Citapen dan curah hujan yang terus terjadi menyebabkan enam rumah warga kembali terendam.

“Ya setelah kita tinjau ada enam rumah, ternyata yang terendam banjir di lokasi yang berbeda namun tidak terlalu jauh titiknya,” kata Sekretaris Daerah Kota Banjar ini.

loading...

Baca juga : Sungai Citapen Meluap, 5 Rumah Warga Siluman Kota Banjar Terendam

Pihaknya berencana mendirikan tenda pengungsian sementara bagi warga yang rumahnya terdampak banjir. Namun sejauh ini, beberapa warga ada yang ikut dengan saudara atau anaknya.

“Selain banjir merendam rumah warga, juga merendam sawah milik petani. Diperkirakan ada sekitar 23 hektare yang terdampak atau terendam banjir dari total 553 hektare lahan persawahan di tiga wilayah (Bangunharja, Purwaharja dan Raharja, Red),” jelasnya.

Dia menambahkan untuk memenuhi persediaan kebutuhan pokok, pemerintah sudah berkoordinasi dengan Baznas dan BPBD untuk mengirimkan logistik. Ditambah tim dari puskesmas untuk memeriksa kesehatan warga.

“Semua instansi kita libatkan, terlebih warga membutuhkan air bersih karena bencana banjir ini hampir terjadi setiap tahun. Dan tentu harus ada solusinya agar tidak terjadi banjir kembali,” ungkapnya.

Ketua HKTI Kota Banjar Kusnadi menambahkan dampak meluapnya air Sungai Citapen membuat sawah miliki petani terendam banjir. Terlebih mereka sudah menanam padi dan masuk masa tanam dua pekan. “Tentu harus ada solusi dan peran pemerintah bersama instansi terkait harus menyelesaikan permasalahan banjir ini. Jangan sampai nantinya petani gagal panen, jika banjir ini terus dibiarkan,” ujarnya. (nto)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.