Warga Sudimara Unjuk Kreativitas di Bidang Seni

310
0
PERTUNJUKAN TEATER. Aktor Teater Sensasi yang menampilkan pertunjukan tentang Dalang dan Wayang pada penutupan Lembah Jaga Festival di Kelurahan Karikil Kecamatan Mangkubumi, Minggu (21/7) malam. Firgiawan / Radar Tasikmalaya

MANGKUBUMI – Forum Warga Sudimara Kelurahan Karikil Kecamatan Mangkubumi turut serta menampilkan kreativitasnya di bidang seni pada acara Lembah Jaga Festival dalam wadah Kibar Budaya Jilid 5, Minggu (21/7) malam.

Pentas seni yang ditampilkan tadi malam berupa pertunjukkan teater, tari jaipong, pencak silat dan musik kerinding. Salah satu tontonan yang menarik pada acara tersebut yakni pertunjukan Teater Sensasi yang menyajikan kisah tentang Dalang dan Wayang.

Pentas tersebut mengisahkan ada lima wayang yang sudah bosan diatur oleh Ki Dalang untuk mengikuti setiap perintahnya. Mereka mencoba ‘membereskan’ sang dalang dengan berbagai upaya. Namun, bukan perkara mudah. Mereka harus menghadapi tiga penjaga dalang yang sangat kuat. Penjaga satu berhasil mereka kalahkan, karena kelemahannya sangat mudah yakni haus disanjung dan dipuji. Penjaga dua, si mata duitan pun mudah mereka kalahkan dengan diberikan sejumlah uang untuk berbelanja.

Sementara penjaga ketiga tidak memiliki kelemahan karena dihidupkan oleh mesin. Namun, mereka berputar otak dan berhasil melumpuhkan penjaga robot tersebut. Akhirnya, sang dalang berhasil mereka sekap dan dimasukkan ke dalam kotak wayang.

Tidak cukup sampai di situ, mereka justru kebingungan setelah dalang berhasil diamankan. Mereka tidak mau bekerja bahkan meributkan urusan siapa yang menjadi pemimpin. Karena, biasanya mereka diperintah oleh sang dalang dalam menjalankan berbagai kegiatan.

Singkat cerita, karena bingung saat semua memimpin, mereka justru kembali melepaskan Ki Dalang lantaran tidak bisa berbuat apa-apa, hanya bisa berseteru.

Staf Ahli Wali Kota Tasikmalaya Bidang Kemasyarakatan H Undang Hendiana yang menutup kegiatan tersebut kagum melihat talenta di kampung tersebut. Salah satunya pertunjukan teater yang membawa pesan moral bagi penonton. “Pesan yang disampaikan bagus, sulit memang menjadi pemimpin, tetapi sulit juga ketika tidak ada pemimpin,” ucapnya. (igi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.