Warga Sukapada Tasik Perbaiki TPT Jembatan Penghubung 2 Desa

29
0
PERBAIKI TPT. Warga Desa Sukapada dan Desa Pagerageung Kecamatan Pagerageung bergotong royong memperbaiki TPT jembatan yang bergeser, Jumat (5/2/2021).
PERBAIKI TPT. Warga Desa Sukapada dan Desa Pagerageung Kecamatan Pagerageung bergotong royong memperbaiki TPT jembatan yang bergeser, Jumat (5/2/2021).
Loading...

PAGERAGEUNG – Warga Desa Sukapada dan Desa Pagerageung Kecamatan Pagerageung bergotong royong memperbaiki tembok penahan tebing (TPT) jembatan yang bergeser beberapa hari lalu akibat bencana, Jumat (5/2/2021).

“Hujan yang terjadi pada Januari lalu membuat air sungai meluap, sehingga terjadi pergeseran tanah yang mengakibatkan TPT jembatan bergeser dan membuat jembatan melengkung,” ujar Kaur Perancangan Desa Pagerageung Yana MG Buana kepada Radar, Minggu (7/2/2021).

Yana mengungkapkan, panjang jembatan itu 10 meter dan lebarnya mencapai tiga meter. Dikhawatirkan jembatan ambruk, maka untuk sementara warga antar dua desa bergotong-royong memasang beronjong.

“Kami meminta kepada dinas terkait agar segera memperbaiki jembatan tersebut. Pasalnya jembatan itu sering dilalui oleh warga, karena merupakan jalan hidup antara Desa Sukapada dengan Desa Pagerageung,” ujarnya, menjelaskan.

Menurut dia, jalan jembatan tersebut semenatara ini masih bisa dilalui oleh warga, baik kendaraan roda dua maupun roda empat. Namun untuk pencegahan, ditakutkan tiba-tiba terperosok atau ambruk.

loading...

“Meski pun masih bisa digunakan, tapi kami minta segera diperbaiki. Apalagi di dekat jembatan pun terdapat sawah warga yang longsor,” ucapnya.

Kata dia, memang sudah ada perwakilan dari dinas terkait mengecek ke lokasi. Maka dari itu diharapkan pemerintah daerah bisa segera memperbaiki jembatan ini supaya tidak membahayakan masyarakat.

Kepala Desa Sukapada Achmad Hidayat menjelaskan, jembatan yang bergeser tersebut dampak dari tergerus oleh banjir pada Januari lalu. Jembatan penghubung dua desa tersebut dipasang beronjong sebelum dibangun secara permanen. Perbaikan jembatan ini tentunya sangat diperlukan karena merupakan akses utama warga ke dua desa.

“Perbaikan konstruksi jembatan menggunakan bronjong batu dari kali atau Sungai Ciwalen. Setidaknya perbaikan tersebut dapat menopang konstruksi agar tidak bergeser saat air kembali meluap,” kata dia. (obi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.