Warga Taiwan Dideportasi

6
aseangames

EUFORIA kemenangan tim putra Indonesia di nomor akurasi paralayang diiringi isu kurang sedap. Sebab, ada seorang warga Taiwan yang mengganggu jalannya kompetisi. Dia adalah Elsa May, yang langsung dideportasi pihak Imigrasi Indonesia.

Kepala Bagian Humas dan Umum Ditjen Imigrasi Agung Sampurno mengungkapkan dari hasil penyelidikan terhadap Elsa telah ditemukan cukup bukti dan saksi bahwa dia mengganggu jalannya pertandingan paralayang. Diantaranya memprovokasi seluruh peserta untuk tidak menerima keputusan juri. Memasuki tenda-tenda atlet negara lain yang dilarang. Selain itu Elsa juga melawan petugas yang menjaga kompetisi.

“Poinnya yang bersangkutan mengganggu ketertiban umum. Dalam undang-undang keimigrasian orang asing yang mengganggu ketertiban umum dan mengancam kepentingan nasional imigrasi bisa menggunakan kewenangannya untuk mendeportasi,” ujar Agung kepada Jawa Pos, kemarin (22/8).
Nah, Asian Games termasuk dalam agenda kepentingan nasional. Elsa pun dideportasi dengan pesawat China Airline, CI 762 dari Soekarno Hataa Airport pukul 12.30 menuju Taipei.

Yang juga menjadi kesalahan Elsa adalah dia menggunakan identitas panitia Asian Games milik orang lain. Dengan identitas tersebut dia masuk ke pertemuan technical meeting pada 18 Agustus lalu. Padahal dia bukan atlet, official dan perangkat lomba. Dari hasil penelusuran petugas imigrasi Elsa adalah anggota federasi paralayang China Taipei. Tetapi tidak diikutsertakan dalam Asian Games. Dia ke Indonesia dengan biaya sendiri.

“Soal kartu identitas itu sedang didalami oleh panitia. Kewe­nangannya ada di panitia. Darimana dia (Elsa) mendapatkan, kenapa tidak teridentifikasi di awal, panitia pasti punya tim sendiri,” kata Agung.

Bukan hanya pada technical meeting, tapi pada pertandingan Senin (20/8) Elsa masuk ke arena kompetisi paralayang di Puncak Bogor. Dia memprovokasi setiap negara untuk tidak menerima keputusan seluruh perangkat lomba. Competition Manager pun mengeluarkan dia dari arena kompetisi dan dia tetap saja gaduh.

“Setelah dilakukan pemeriksaan dan yang bersangkutan mengakui kesalahan dan meminta maaf selanjutnya dibebaskan dan diminta keluar dari arena kompetisi,” jelas Agung.
Tapi pada Selasa (21/8), Elsa kembali mendatangi tempat landing paralayang. Petugas mengetahui keberadaan Elsa dan dia pun sepakat kembali ke hotelnya. Namun Elsa ternyata mendatangi tempat take off di Gunung Mas dan mencoba masuk ke arena kompetisi paralayang.

Pagi kemarin, tiga petugas penindakan keimigrasian kantor Imigrasi Bogor menjemput Elsa. Dia pun ditahan di ruang Detensi Imigrasi Kanim Bogor. Hasil pendalaman oleh penyidik akhirnya diputuskan Elsa diberi sanksi berupa Tindakan Adminitrasi Keimigrasian dan deportasi ke negara asal.
“Ini deportasi pertama yang berkaitan dengan Asian Games. Yang lain memang ada protes. tapi masih dalam batas kewajaran,” ungkap Agung.

Di sisi lain, Tseng Wenghung, salah satu perwakilan delegasi Taiwan ketika dikonfirmasi belum mendapatkan laporan terkait adanya warga Taiwan yang dideportasi. “Memang betul ada tim reporter Taiwan yang kehilangan ID Card, tetapi kalau ada pengacau, saya baru tahu,” terangnya.

Saat disebut nama Elsa May, Tseng menggelengkan kepala tanda tidak kenal. Total ada 64 reporter online dan media cetak plus fotografer yang datang ke Asian Games kali ini. Menurutnya, tidak ada nama Elsa May yang ada dalam daftar peliput dari Taiwan. (jun/nap/jpg)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.