Warga Takut Disalahkan, Tak Berani Cabut APK

88
0
MEMBAHAYAKAN. Alat Peraga Kampanye (APK) Rusak membahayakan pengendara di jalan raya Wonoharjo Kecamatan Pangandaran Selasa (19/3). (Nana Suryana / radartasikmalaya.com)

PANGANDARAN – Selain merusak estetika, sejumlah alat peraga kampanye membahayakan pengguna jalan di Pangandaran. Kondisi tersebut dikeluhkan warga karena dibiarkan berserakan ditepi jalan.

“Banyak baliho berserakan di tepi jalan, tapi tidak ada yang menertibkan. Padahal kondisinya sudah rusak, bahkan ada yang menjorok ke jalan, membahayakan sekali,” tutur Mugiono (39), salah seorang warga Desa Wonoharjo Kecamatan Pangandaran kepada Radar, kemarin (19/03).

Dikatakannya, APK yang rusak se­­ba­gian besar ka­re­na disapu angin ken­cang. “Ki­ta ini kan daerah pantai, angin­nya berbeda de­ngan di kota, kalau pe­ma­sangannya asal-asal­an ya mu­dah roboh,” ujarnya.

Lanjut dia, sejum­lah APK yang ru­sak terpantau di tiga titik yakni di ka­wasan lapang Wo­noharjo dan ja­lan raya Babakan Ke­camatan Pa­ngan­da­ran. Ke­mudian, di ka­­wasan lapang Desa Sukaresik Kecamatan Si­damulih. “Kami masyarakat tidak berani men­cabut, karena takut disalahkan,” ujarnya.

Ia berharap pihak-pihak terkait segera me­ner­tibkan APK yang sudah rusak tersebut.

Ketua Bawaslu Kabupaten Pangandaran Iwan Yudiawan mengatakan pemasangan dan perawatan APK menjadi tanggung­jaw­ab pemilik/pemasang APK tersebut. “Ka­mi tidak punya kewenangan, karena men­jadi tanggungjawab pemilik APK,” ungkapnya.

Pihaknya, kata dia, hanya berwenang mere­komendasikan jika ada APK yang melanggar. “Kita pun tidak langsung mencabutnya kalau ada yang melanggar. Tapi memberikan rekomendasi ke KPU dan Satpol PP yang mengeksekusi di lapangan,” kata dia.

Dikatakannya, masyarakat bisa menyampaikan keluhan tersebut kepada pemasang APK yang dianggap membahayakan. (nay)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.