Warga: Tangkap Pelaku Begal Pantat di Kota Banjar!

326
0
Nova Chalimah Girsang SH, MH Pendamping Hukum P2TP2A Kota Banjar. Anto Sugiarto / Radar Tasikmalaya
Nova Chalimah Girsang SH, MH Pendamping Hukum P2TP2A Kota Banjar. Anto Sugiarto / Radar Tasikmalaya
Loading...

BANJAR – Kasus pelecehan seksual dengan cara memegang pantat orang lain atau begal pantat cukup meresahkan. Karena itu, pendamping hukum P2TP2A Kota Banjar Nova Chalimah Girsang SH, MH meminta polisi segera mengungkap identitas dan menangkap pelakunya.

Kata Nova, perbuatan tersebut masuk kategori perbuatan pelecehan seksual. Arti pelecehan seksual adalah perilaku pendekatan-pendekatan yang terkait dengan seks yang tidak diinginkan.

“Kejahatan juga semakin ragam bentuk, termasuk perilaku ini juga sesuatu yang baru untuk diselidiki. Karena motif pelaku bisa macam-macam, seperti iseng, menebar teror, uji nyali dalam gengnya atau ada masalah pribadi,” ujarnya.

Dia pun mengajak masyarakat, khususnya kaum perempuan lebih berhati-hati dan waspada dalam berkendara.

Baca Juga : Begal Pantat Teror Perempuan Kota Banjar

“Pelaku (begal pantat) bisa dijerat Pasal 281 ayat 1e KUHPidana dengan ancaman pidananya 2 tahun 8 bulan,” tuturnya.

Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak DinsosP3A Kota Banjar Hj Ika Kartikawati SIP, MSi menyayangkan munculnya kasus tersebut.

“Supaya tidak ada korban lagi, upaya pencegahan dengan mengadakan penyuluhan dan pembinaan kepada masyarakat tentang kewaspadaan kejahatan pelecehan,” ujarnya.

Loading...

Selain itu, pihaknya akan melakukan penguatan kelembagaan P2TP2A di setiap desa dan kelurahan. Tujuannya antisipasi kasus tersebut agar tak terulang.

Diberitakan sebelumnya, dugaan pelecehan seksual dialami ND (40), warga Mulyasari. Saat melintas di Jalan Kehutanan kecamatan Pataruman Sabtu malam (15/2), bagian pantat korban dipegang orang tak dikenal.

Dia menceritakan. Malam itu ND mengendarai sepeda motor bebek. Dia hendak pulang ke rumahnya. Namun di perjalanan korban diikuti seorang pria. Pria itu memegang pantatnya.

“Saya juga kaget, tiba-tiba dari arah belakang ada yang megang bujur (pantat),” ujar karyawati di salah satu rumah makan diKota Banjar itu ke­pada war­tawan Senin (17/2).

Kata dia, saat melakukan aksinya, pelaku sempat terjatuh dari motornya.

“Tidak bisa melihat jelas pelaku, karena kondisi gelap sekali. Lampu jalan aja juga tidak menyala. Saya pikir aman karena tiap hari lewat situ juga aman dan baru kali ini kejadian,” ungkapnya.

Baca Juga : Begal Pantat Teror Perempuan Kota Banjar

Pria Pamer Alat Kelamin

Belum selesai kasus pelecehan seksual atau begal pantat, kasus hampir serupa juga sempat terjadi di Kota Banjar. Yakni eksibisionisme.

HN, salah seorang warga Banjar menceritakan saat itu ibunya sedang berada di tengah sawah di wilayah Pataruman. Tiba-datang ada seorang pria mengendarai sepeda motor. Berhenti di pinggir Jalan Pataruman-Langensari.

Pria tersebut mengeluarkan alat kelaminnya sambil memanggil ibunya yang sedang di tengah sawah.

“Ibu saya sampai sekarang masih takut setelah kejadian itu dan masih syok. Wajah pelaku tidak terlihat jelas karena menggunakan masker,” ujarnya.

Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak DinsosP3A Kota Banjar Hj Ika Kartikawati SIP, MSi menilai pelaku diduga sakit jiwa.

“Itu termasuk golongan gangguan seksual menyimpang, pelakunya itu sakit, sehingga butuh perhatian dari keluarga,” ujarnya. (nto)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.