Warga Tasik Diintimidasi di Kalimantan

276
0
Istimewa JEMPUT. Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya menjemput Yeni Apriliani (31), warga Kota Tasikmalaya yang menjadi korban intimidasi dan penipuan di Kalimantan, Selasa Malam (10/12).

TASIK – Masyarakat pengguna sosial media, harus ekstra hati-hati ketika ada orang tidak dikenal. Apalagi meminta pinjaman uang atau menjanjikan hal manis padahal belum bertemu sama sekali.

Jangan sampai, kejadian yang dialami Yeni Apriliani (31), warga Bebedahan I Kecamatan Tawang Kota Tasikmalaya terulang. Dia diduga menjadi korban penipuan serta intimidasi pria berumur 50 tahun asal Kalimantan.

Berawal dari perkenalan melalui Facebook pada akhir 2016. Yeni berkomunikasi intens dengan seorang pria asal Kalimantan, yang meminta dipinjami uang untuk modal usaha. “Beberapa kali sejak kenalan, saya disuruh pinjam ke tetangga dan sampai sekarang sudah total Rp 20 juta,” ujarnya kepada Radar, Selasa (10/12).

Singkat cerita, sang pria menjanjikan untuk melunasi utangnya tersebut. Syaratnya Yeni harus datang ke Kalimantan dan berjanji akan menikahinya. Tanpa pikir panjang, Yeni yang seorang janda memboyong anaknya yang berusia 9 tahun ke Kalimantan pada 4 Desember lalu.

“Saya berangkat dengan ongkos seadanya niat untuk ambil uang dan bayar utang ke tetangga serta kerabat saya,” ucapnya.

Namun, bukannya akan membayar utang atau dinikahi. Yeni justru diintimidasi dan diancam dibunuh jika berbuat macam-macam. Si pria yang mengaku seorang pengusaha, serta berusia muda di medsos itu nyatanya sudah berumur setengah abad. Dia tinggal dengan menumpang ke rumah milik orang lain.

Sehingga Yeni dan anaknya tak ingin bermalam, karena ketakutan ketika diancam akan dibunuh. Lalu, pria tersebut mengancam Yeni dan anaknya akan dicor dalam semen serta dibenamkan di lumpur, hingga anjing pelacak pun sulit mendeteksi mayatnya. “Pria itu mengancam saya dengan kalimat di atas. Saya ketakutan, tapi hanya bisa pasrah bersama anak saya,” kata dia.

Karena Yeni memaksa ingin pulang, akhirnya si pria mengizinkan Yeni pulang. Dengan syarat pihak keluarga Yeni mengirim uang untuk ongkos. Hingga Yeni meminta adiknya berpura-pura mentransfer uang ke bank, kemudian ia beralibi hendak mengambil uang tersebut. Sayangnya si pria mengikutinya.

“Akhirnya saya bersiasat, kebetulan di bank ada satpam. Pura-pura saja saya meminta bantuan mengecek transferan uang di handphone. Padahal di sana saya mengetik minta tolong ke satpam,” tutur Yeni.

Sampai pada akhirnya, si pria diminta pulang oleh satpam tersebut. Dan dibuntuti rekan satpam lainnya untuk mengecek rumah pelaku dimana barang-barang Yeni masih disimpan. Yeni kemudian diantarkan ke Polsek Nunukan untuk diberi perlindungan. “Kemudian pria itu ditangkap Polisi. Dan saya diinapkan beberapa hari oleh Dinas Sosial Tarakan. Alhamdulillah hingga akhirnya dihubungkan dengan Dinsos Kota Tasikmalaya untuk pulang ke Tasikmalaya,” katanya.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya Dede Muharam mengatakan perlunya masyarakat meningkatkan literasi berbau digital. Sebab, kasus yang dialami Yeni merupakan salah satu jenis kejahatan serius “Kita apresiasi Sekdis Sosial (Hendra Budiman, Red) sudah responsif berkoordinasi bersama kami menjemput segera korban yang merupakan warga kita. Masyarakat hati-hati jangan tergiur sesuatu hal menjanjikan via medsos,” ucapnya.

Wakil Ketua Komisi IV Ahmad Junaedi menambahkan masyarakat harus lebih hati-hati. Sebab, saat ini korban medsos mulai sering ditemukan. “Supaya tidak ada lagi kasus seperti ini terulang. Dimana kondisi mendesak dan tertekan membuatnya jatuh dalam bahaya,” ujar dia. (igi)

loading...
Halaman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.