Mobil Terjepit, Selamat dari Tabrakan Maut

Warga Tasik Jadi Korban Cipularang

7948
0
istimewa TERJEPIT. Mobil Avanza milik Fredo Adrian Arliawan, warga Panglayungan Kecamatan Cipedes Kota Tasikmalaya menjadi korban tabrakan beruntun di tol Cipularang Senin (2/9).

TASIK – Salah seorang warga Panglayungan Kecamatan Cipedes Kota Tasikmalaya, Fredo Adrian Arliawan (26) menjadi salah satu korban insiden tabrakan beruntun di tol Cipularang, Senin (2/9). Mobilnya tergencet truk hingga penyok,tetapi berhasil selamat.

Ayah korban, Sulistiono mengatakan saat kejadian anaknya hendak berangkat ke Cikarang. Tanpa diduga, di tol tersebut terjadi kecelakaan mengenaskan. “Mau dinas ke Cikarang,” ungkapnya saat dihubungi Radar, Selasa (3/9).

Sulistiono menceritakan laju mobil anaknya tertahan karena ada truk pasir yang terguling. Di tengah kepadatan kendaraan, dia berupaya mencari celah untuk keluar dari kemacetan. “Anak saya terus mencari jalan di kemacetan,” ujarnya.

Tidak lama kemudian, kata dia, Fredo mendengar sebuah ledakan dari arah belakang mobilnya. Saat mengecek melalui kaca spion, suara itu merupakan kecelakaan yang melibatkan banyak kendaraan.

“Fredo langsung sigap memegang kuat-kuat stir avanza biru yang dikemudikannya. Bagian belakang mobilnya mendapat hantaman berkali-kali efek kecelakaan yang terjadi. Dihantam berturut-turut dari belakang dan samping,” cerita Sulistiono.

Banyaknya hantaman membuat mobil Fredo masuk ke bawah truk boks yang terguling. Bagian depan mini bus itu pun langsung ringsek. Di tengah kepanikan, Fredo berhasil menyelamatkan diri dengan keluar dari dalam mobilnya. “Yang bisa dibuka hanya pintu belakang,” tuturnya.

Setelah kondisi tenang, barulah Fredo menghampiri mobilnya untuk mengamankan barang bawaan. Beruntung Fredo tidak mengalami luka-luka dari peristiwa yang dialaminya itu. “Puji tuhan, sehat bugar tanpa luka sedikit pun, mobil saja yang rusak,” pungkasnya.

Belum Terindentifikasi

Masuk Kategori Kejadian Luar Biasa (KLB) usai mengecek langsung ke TKP didalam Tol, Kapolda Jabar menjenguk korban kecelakaan tol Cipularang KM 90+200 ke Rumah Sakit Thamrin. Masuk ke areal RS Thamrin pada pukul 14:20 wib siang, Kapolda langsung menelusuri ruang ruang korban korban luka kecelakaan di lantai 3.

Sebelum menggelar jumpa pers, Kapolda yang mendatangi ruang jenazah, kemudian menegaskan jika pihak Polda Jabar akan meminta bantuan Mabes Polri untuk sesegera mungkin mengindentifikasi korban meninggal yang terbakar karena sulit dikenali.

“Kami sudah mengunjungi sejumlah korban,dan melihat kondisi korban yang terbakar. Kami putuskan akan membawanya ke RS Kramat Jati karena di rumah sakit ini (RS Thamrin) tidak dilengkapi perlengkapannya,” ujar Irjen Pol Rudy Sufahriadi.

Langkah tersebut diambil, lanjutnya, untuk sesegera mungkin mengetahui data dan riwayat korban. “Luka bakar korban yang membuat jasad korban cukup serius, diperlukan alat khusus untuk mencari tau. Kondisi korban meninggal memang cukup parah, bahkan jenis kelamin korban tidak nampak karena tubuh korban hangus hingga 80 persen,” Ujar Kapolda pada jumpa pers yang digelar di aula RS Thamrin.

Dua Sopir Tersangka

Dua sopir Dum Truk Subana warga kampung Desa Cidadap Kecamatan Cikedung Kabupaten Indramayu (40) dan Deni Hidayat warga jalan kali baru Barat 4 Kecamatan Cilincing Jakarta Utara (45), ditetapkan Kepolisian Polda Jabar jadi tersangka, karena diduga sebagai penyebab kecelakaan maut Tol Cipularang KM 91 Senin (2/9).

Demikian dikatakan Irjen Pol Rudy pada jumpa pers di RS Thamrin (03/09). Irjen Pol Rudy menegaskan, penetapan tersebut usai jajarannya mendapat kesaksian saksi saksi, korban, dan Sopir Subhana di ruang perawatan. “Kami telah mendapat keterangan keterangan, baik melalui keterangan saksi saksi dan video yang menyebar di masyarakat. Atas data data tersebut kami menetapkan keduanya sebagai tersangka,” Ujar Rudy.

Diterangkan Kapolda, sebelum kejadian kedua sopir Dum truk sempat berkomunikasi via seluler. Dedy sopir D 3580 yang ikut menjadi korban meninggal dunia pada kecelakaan tersebut, sempat bercerita kepada Subhana jika dum truk yang dikemudikannya mengalami rem blong. “Kedua sopir ini sebelum kecelakaan terjadi saling berkomunikasi via handphone. SB sempat meminta DH dan mengingatkan untuk menepi karena mengeluhkan remnya blong. SB sendiri menelepon DH usai truk yang dikemudikannya disalip DH,” ceritanya.

Irjen Pol Rudy juga menjelaskan, DH sendiri meninggal dunia setelah truk yang dikemudikannya terguling. Jeda beberapa saat truk DH sampai ke lokasi kecelakaan dan melaju dengan kecepatan tinggi, kemudian menabrak beberapa kendaraan yang berhenti di tengah ruas tol bebas hambatan tak jauh dari truk DG terguling.

“Truk SB ini lah yang kemudian menabrak beberapa kendaraan lalu terbakar dan mengakibatkan korban korban meninggal dan luka luka susulan setelah DH sopir truk meninggal saat truknya terguling,” ujarnya. (rga/add)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.