Warga Tasik Jadi Korban Tsunami

176
IKUT BERDUKA. Zenzen Jaenudin menengok kerabatnya di Rumah Sakit Ciawi, Bogor yang menjadi korban bencana tsunami Selat Sunda.

Dua warga asal Kabupaten Tasikmalaya menjadi korban Tsunami yang terjadi di Pantai Carita Banten, Sabtu (22/12).

Keduanya yakni Iwan Kuswandi (40), warga Desa Dawagung Kecamatan Rajapolah bersama Istri (Irma) dan anak bungsunya (Syafiq) dan Asep Hidayat (27), warga asal Desa Cidadap Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya.

Kakak Ipar Iwan, Asep Cardio menuturkan sebelum menjadi korban tsunami di Pantai Tanjung Lesung Pandeglang, Banten, Iwan bersama istri dan anaknya tengah liburan ke Pantai Tanjung Lesung.

Bahkan, kata Asep, Iwan dan keluarga sempat mengunggah momen kebersamaannya ke media sosial. “Di sana mereka menyewa tenda kamping untuk menikmati indahnya bibir pantai Tanjung Lesung,” ungkap Asep kepada Radar, di rumah duka di Kampung Maribaya, Rajapolah, Selasa (25/12).

Komunikasi terakhir dengan Iwan, kata Asep, pada Sabtu (22/12) malam pukul 21.00. Adik iparnya tersebut masih menghubungi bahwa dirinya sedang kamping di pantai Tanjung Lesung. “Satu jam setelah telepon ditutup, saya dapat kabar ada tsunami di Pantai Carita,” tuturnya.

Dia pun langsung mencoba menelepon Iwan dan keluarga, namun tidak tersambung. Hingga akhirnya ia mendapat kabar bahwa Iwan dan keluarga menjadi korban tsunami.

”Saya tahu Iwan dan istri bersama anak bungsunya wafat setelah kami menyusul ke Banten. Dan jasadnya ditemukan oleh tim SAR,” terangnya.

Menurut Asep, Senin (24/12) malam, jasad Iwan tiba di rumah orang tuanya di Kampung Maribaya Desa Dawagung Kecamatan Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya. Sedangkan istrinya Irma dan anak bungsunya Syafiq dimakamkan di pemakaman keluarga di Ciamis di waktu bersamaan Selasa (25/12).

Diketahui, Iwan bekerja di perusahaan travel perjalanan haji dan umrah. Sementara istrinya dr Irma S Rad sebagai dokter spesialis di rumah sakit Krakatau Steel (KS) Cilegon, Banten.

Korban tsunami lainnya, Asep Hidayat (27) asal Kampung/Desa Cidadap Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya lainnya juga sudah dikebumikan, Selasa (25/12) di pemakaman umum di Kampung Cidadap.

Asep Hidayat yang bekerja sebagai salah satu karyawan swasta di Koperasi RSUD Tarakan Jakarta Selatan. Dia ikut menjadi korban bencana Tsunami Banten tepatnya di Pantai Anyer Pandeglang Banten.

Kapolsek Karangnunggal Kompol Djefri SH mengungkapkan membenarkan bahwa Asep Hidayat menjadi korban Tsunami di Pantai Anyer. ”Jenazahnya telah dimakamkan di pemakaman umum pukul 09.20 di Kampung/Desa Cidadap,” ungkapnya.

Jenazah korban diantarkan oleh Ambulans RSUD Tarakan Jakarta Selatan. Setelah tiba di Desa Cidadap Karangnunggal pukul 05.00 langsung disemayamkan di Masjid Darul Taqwa Cidadap sambil menunggu penggalian kubur.

Kepala Desa Cidadap Kecamatan Karangnunggal Nana Sujana menuturkan kronologis Asep Hidayat menjadi korban tsunami ketika almarhum bersama rombongan RSUD Tarakan Jakarta Selatan sedang berwisata ke Pantai Carita Anyer pada Sabtu (22/12).

“Ada sebanyak 40 orang rombongan pegawai dari RSUD Tarakan termasuk Asep. Semua sedang berwisata di Pantai Carita Anyer dan menginap di Hotel Stevani,” kata Nana.

Kerabat Politisi PPP Kota Tasik

Sebagian korban bencana tsunami yang terjadi di Selat Sunda merupakan kerabat dari politisi sekaligus caleg PPP Kota Tasikmalaya Zenzen Jaenudin. Satu dari 22 kerabatnya masih belum ditemukan sampai Selasa (25/12).

Zenzen mengatakan bahwa keluarga dari istrinya di Bogor pada Sabtu (22/12) berangkat liburan ke pantai Labuan Banten. Siang hari mereka sudah sampai dan berenang di pantai. “Berangkatnya Subuh, jadi siang sudah sampai di lokasi,” ceritanya kepada Radar, Selasa (25/12).

Tanpa disangka, malam hari terjadi bencana tsunami di kawasan wisata tersebut. Saat kejadian, keluarganya sudah berada di hotel namun jarak yang cukup dekat dengan pantai membuat kerabatnya terkena hempasan tsunami. “Jaraknya hanya 50 meter dari pantai, lumayan dekat,” tuturnya.

Saat mendengar adanya berita bencana tsunami, Zenzen tidak mengira kerabatnya menjadi korban. Pasalnya seingat dia mereka berwisata ke Pantai Pelabuhan Ratu, pagi hari barulah keluarga dari Bogor menginformasikan berita duka itu. “Waktu malam belum tahu, baru pagi harinya (23/12),” katanya.

Ada 22 orang kerabatnya yang saat itu berangkat liburan, 16 orang mengalami luka-luka, lima orang ditemukan meninggal dan satu orang masih belum ditemukan. “Yang meninggal sudah dimakamkan di Bogor dan yang luka-luka masih dirawat di rumah sakit Ciawi (Bogor, Red),” ujarnya.

Zenzen dan keluarga langsung berangkat ke Bogor untuk menengok dan melayat kerabatnya yang tertimpa bencana. Dia berharap keluarga yang meninggal mendapatkan tempat yang layak di akhirat. “Kita doakan semoga amal ibadahnya diterima Allah SWT,” ujarnya.

Sebelumnya, kakak Ipar Zenzen datang ke Tasik dan mengajak wisata ke Pantai. Di satu sisi dia bersyukur karena tidak ikut serta liburan bersama rombongan. “Hari Kamis (20/12) kakak ipar saya ke Tasik ngajak liburan, tapi karena lagi banyak urusan saya dan keluarga tidak ikut,” terangnya. (rga/dik)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.