Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

3.1%

19.8%

7.3%

69.7%

Warga Tuna Netra di Ciamis Belum Terima Bantuan

66
0

CIAMIS – Warga tuna netra sampai saat ini belum mendapatkan bantuan dari pemerintah. Padahal mereka bagian dari masyarakat yang terdampak Covid-19.

Ketua Persatuan Tuna Netra Indonesia (Pertuni) di Kabupaten Ciamis Siti Aisyah menjelaskan sejak wabah Covid-19 melanda Camis, ratusan anggota Pertuni terdampak wabah tersebut.

Baca juga : Diguyur Hujan Deras, Atap Rumah Warga Sukadana Ciamis Ambruk

Sebanyak 75 persen anggota Pertuni merupakan tukang pijit. Di saat wabah seperti saat ini, order memijit tidak ada lagi, karena masyarakat mungkin takut oleh penyebaran corona.

Maka, mereka, kata Aisyah, saat ini menganggur dan diam di rumah.

Saat mereka berdiam diri di rumah, anggota Pertuni tidak mendapatkan pendapatan. Namun untungnya, mereka mendapatkan bantuan dari warga atau relawan, yayasan-yayasan atau donatur, perorangan atau komunitas yang memberikan bantuan.

“Jujur kalau dari pemerintah sama sekali belum dapat bantuan. Sama sekali sampai sekarang, namun harapan ada perhatian dari pemerintah tapi belum ada realisasinya, keduluan sama para donatur-donatur,” papar Siti Aisyah kepada Radar Selasa (12/5).

Dia berharap anggota Pertuni segera mendapat bantuan dari pemerintah. Karena Pertuni juga sama-sama elemen masyarakat yang terdampak oleh wabah Covid-19.

“Jadi yang memang pekerjaanya hanya itu (memijit, Red) kami semua tidak bisa dilakukan apa-apa, boro-boro jualan, modal juga tidak ada,” tegasnya.

Selama tidak ada order memijit, dia menggunakan uang yang ada di tabungannya. Padahal, uang tersebut tadinya untuk membangun rumah atau keperluan lain.

Namun sekarang terpaksa tabungan itu dipergunakan untuk kebutuhan sehari-hari. “Itu juga sudah sangat minim,” ujarnya.

“Kami hanya pasrah dan berdoa dan mengharapkan pertolongan dari Allah SWT. Kami serba keterbatasan sekarang tidak bisa berbuat apa-apa lagi,” paparnya.

Baca juga : Tim Gabungan Ciamis Tegur Warung Nyemen hingga Toserba Yogya

Anggota Pertuni Kabupaten Ciamis Edi Sudrajat mengaku sejak wabah corona, dia tidak lagi mendapatkan panggilan untuk memijat. Padahal, biasanya dalam satu hari, saat ramai, dia bisa memijat lima orang.

“Saya kadang kalau tidak punya uang sekarang nganjuk ke warung tetangga saja. Kalau ada uang baru saya bayar. Sekarang ekonomi sulit. Bantuan belum turun juga,” tuturnya yang mengaku mendapatkan bantuan dari perorangan. (isr)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.