Warga Yudanegara Kota Tasik Ditangkap Polisi di Pom Bensin Siliwangi, Bawa Sabu & Ganja

2333
0
radartasikmalaya.com
Barang bukti yang diamankan Satnarkoba Polresta Tasik dari tangan warga Yudanegara, Kamis (15/10) dini hari. istimewa for radartasikmalaya.com

KOTA TASIK – Peredaran narkotika jenis sabu dan ganja terus diberantas di wilayah hukum Polresta Tasikmalaya.

Kali ini, Satnarkoba menciduk seorang wiraswasta inisial R (40) warga Yudanegara, Cihideung.

R diciduk polisi karena diduga menjadi pengedar narkotika jenis sabu dan ganja.

Dari tangan R, polisi mengamankan barang bukti sabu seberat 2,95 gram dan ganja seberat 9,47 gram.

“Ya memang benar R kami tangkap dan didapati berbagai barang bukti narkotika ganja dan sabu,” ujar Kasatnarkoba Polresta Tasik, AKP Ade Hermawan kepada wartawan, Kamis (15/10) siang.

Terang dia, barang bukti itu adalah 2 paket plastik bening ukuran kecil di dalamnya berisikan sabu, 1 paket plastik ukuran sedang didalamnya berisikan sabu,1 buah timbangan digital, 2 bungkus sedotan warna hitam dan 1 buah mug warna kuning.

Loading...

“Total berat sabu 2,95 gram. Lalu kita amankan juga1 paket kertas warna putih dibalut lakban coklat di dalamnya terdapat daun ganja kering dengan brutto 9,47 gram, 2 bungkus pahpir, 1 kartu ATM BCA da sebuah hape Samsung A7 berikut simcardnya,” sambungnya.

Beber dia, pelaku R diciduk tadi malam pukul 22.40 WIB di Pom Bensin Jalan Siliwangi, Tawang.

Lalu, pelaku menunjukkan lokasi lainya yang diduga tempat persembunyian barang bukti lainnya di sebuah gang di Yudanegara.

“Lalu kami geledah juga rumahnya di Yudanegara, Cihideung. Jadi kasus ini berawal ketika tim opsnal melakukan patroli tertutup di Jalan Siliwangi,” bebernya.

Lalu, tambah dia, saat itu timnya melihat gerak-gerik pelaku yang mencurigakan saat di dalam Pom bensin. Ternyata R adalah residivis kasus narkoba.

“Kemudian kita temui sambil memperlihatkan surat tugas. Pelaku malah berusaha lari. Namun tim kita sigap. Lalu kita lakukan penggeledahan hingga didapati barang bukti itu,” tambahnya.

Jelas dia, pelaku mengakui semua perbuatannya dan mendapatkan barang haram itu dari saudaranya inisial K yang sedang dalam pengejaran pihaknya.

“Pelaku kami jerat dengan pasal 112 ayat (1) jo psl 114 ayat (1) dan pasal 111 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Dengan hukuman maksimal 20 tahun penjara,” jelasnya.

(rezza rizaldi)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.