Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

3.1%

19.8%

7.3%

69.7%

Warung Nyemen di Kota Tasik Selalu Ada di Bulan Ramadhan

214
0
TERTIBKAN. Petugas Satpol PP Kota Tasikmalaya menemukan warga yang makan dan minum di warung nyemen, beberapa waktu lalu. IST

MANGKUBUMI – Di setiap bulan Ramadan, warung nyemen seolah tak pernah absen dan selalu menjadi temuan Satpol PP Kota Tasikmalaya.

Sejak awal Ramadan, sedikitnya sudah empat penyedia warung nyemen di beberapa lokasi ditertibkan.

Baca juga : Pembelian Sarung Rp2,7 M Diklaim untuk Bahagiakan Rakyat Kabupaten Tasik

Kabid Trantibum Tranmas Dinas Satpol PP Kota Tasikmalaya Yogi Subarkah menyebutkan pihaknya kerap mendapat laporan dari warga.

Mereka merasa tidak nyaman atas keberadaan warung nasi yang masih buka di siang hari pada bulan suci ini. “Karena bagi warga yang berpuasa mungkin kurang nyaman ketika di lingkungannya ada warung nasi tetap buka,” ungkapnya kepada Radar, Selasa (5/5).

Sedikitnya, sudah 10 warung nyemen yang dirazia petugas sejak awal Ramadan.

Ada yang kedapatan melayani konsumen namun kebanyakan kondisinya sepi. “Di empat lokasi kita temukan yang sedang makan-makan, selebihnya dalam kondisi sepi,” katanya.

Tidak lanjut yang dilakukan dari penertiban tersebut, kata Yogi, petugas mendata dan memberi pembinaan kepada pemilik atau pengelola supaya tidak melayani konsumen di siang hari.

Kebanyakan dari mereka, sambung Yogi, mengaku para konsumen yang memaksa.

“Dalihnya menyediakan makanan untuk dijual sore tapi faktanya siang hari pun mereka tetap melayani pembeli,” ujarnya.

Selain berpotensi mengganggu ketertiban umum, kata Yogi, ini juga demi terlaksananya pshycal distancing.

Warung-warung nyemen ini tersebut, dinilai cukup rawan apalagi kebanyakan tidak menerapkan protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah. “Jadi harus dibungkus, lebih bagus jika menggunakan sistem pesan antar,” tuturnya.

Dengan kondisi masyarakat Kota Tasikmalaya yang heterogen memang tidak semuanya melaksanakan ibadah puasa.

Namun demikian, dia meminta orang yang tidak berpuasa untuk makan atau minum di rumah masing-masing. “Misal yang non muslim, perempuan haid atau sedang sakit jangan sampai makan dan minum di warung nyemen,” imbaunya.

Baca juga : Warga Kota Tasik yang Lapar Datang aja ke Posko Dapur Umum

Sehubungan dengan diberlakukannya, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Tasikmalaya secara otomatis tidak boleh ada warung buka.

Ini jadi keuntungan tersendiri untuk Satpol PP yang terbantu menertibkan warung-warung nyemen itu. “Begitu PSBB, otomatis mereka tidak bisa beroperasi lagi,” katanya. (rga)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.