Minggu-Senin Terjadi Delapan Bencana Banjir dan Tanah Longsor

Was-Was Bencana Susulan Di Culamega Tasikmalaya

54

CULAMEGA – Tingginya intensitas hujan di wilayah Kabupaten Tasikmalaya pada Minggu-Senin (25-26/11) menjadi kekhawatiran bagi warga Desa Bojongsari Kecamatan Culamega. Mereka was-was terjadi longsor dan banjir bandang susulan. Hal itu diungkapkan Kepala Desa Bojongsari Guruh Ivan Purnawan saat dihubungi Radar, Senin (26/11).

Kata Guruh, ketika kondisi hujan besar seperti ini masyarakat was-was dan panik, ada yang memilih mengungsi ke tempat saudaranya yang jauh lebih aman. “Tapi ada juga masyarakat yang tetap bertahan di bilik pengungsian. Memang hujan pada Minggu (25/11) malam sebenarnya tidak terlalu besar dan tidak menimbulkan longsor atau banjir bandang susulan. Tapi rasa kecemasan warga yang menjadi korban selalu ada,” jelasnya.

Maka dari itu, kata dia, warga sangat mengharapkan sekali adanya relokasi permukiman yang terkena banjir bandang dan tanah longsor. “Warga berharap secepatnya relokasi, karena tidak tenang ketika hujan turun dengan deras disertai intensitas lama,” katanya.

Jelas dia, saat ini memang sudah ada bantuan pembangunan selter dan rumah pengungsian sementara. Akan tetapi, masyarakat tetap berharap adanya relokasi permukiman dengan tempat yang lebih aman dari rumah sebelumnya.

Terpisah, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya H Wawan Ridwan Efendy mengatakan dampak hujan pada Minggu-Senin terjadi beberapa bencana banjir dan tanah longsor. Termasuk di Sungai Ciandum Kecamatan Cipatujah ada luapan air sungai, walaupun tidak begitu tinggi. “Luapan Sungai Ciandum di Cipatujah ini tidak merendam permukiman warga seperti kejadian beberapa waktu lalu. Hanya ini berdampak terhadap pemasangan tiang pancang jembatan bailey yang tertunda,” terangnya.

Kata dia, sore hari pun luapan air di Sungai Ciandum berangsur turun. Bahkan perahu-perahu yang biasa membantu warga menyeberang beraktivitas kembali. Walaupun untuk penyeberangan orang dihentikan sementara, karena mengutamakan keselamatan.

Selain di Tasik Selatan, kata Wawan, beberapa bencana terjadi diantaranya longsor menimpa badan jalan di Kampung Citengek Desa Kutawaringin, Salawu. “Kita komunikasi dengan Polres Tasikmalaya dan Bina Marga Provinsi Jabar, sehingga material longsor yang menutupi jalan dievakuasi dengan cepat,” jelasnya.

Kemudian, kata dia, ada juga bencana tanah longsor di Desa Sundawenang , Salawu. Atas kejadian ini satu rumah terancam, tapi tak membahayakan penghuninya. Kemudian longsor di Kampung Cijemit Desa Bugel, Ciawi menimpa belakang rumah warga.

Tak hanya itu, lanjut dia, tanah longsor pun terjadi di Desa Purwarahayu, Taraju. Akibat kejadian ini jalan di desa tersebut amblas. Longsor di Desa Jahiang, Salawu mengakibatkan rumah warga atas nama Dodi terancam. Longsor menimpa rumah terjadi di Kecamatan Cigalontang, dalam bencana ini tak ada korban jiwa.

Tambah dia, bencana selanjutnya terjadi jebolnya tanggul sungai yang biasa digunakan aliran lahar Gunung Galunggung di Desa/Kecamatan Padakembang. Akibat kejadian ini beberapa sawah milik warga terendam. Termasuk adanya luapan air Sungai Citanduy di Desa Tanjungsari, Sukaresik yang mengakibatkan permukiman warga terendam dengan ketinggian 40 centimeter.

Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik (Darlog) BPBD Kabupaten Tasikmalaya H Ria Supriana menambahkan kondisi di Desa Cikuya dan Bojongsari Kecamatan Culamega imbas dari hujan yang terjadi dari Minggu-Senin (25-26/11) tidak ada longsor atau banjir susulan. “Tapi warga khawatir dan was-was terjadinya longsor susulan. Sehingga pindah ke tenda darurat, masjid dan madrasah,” tandasnya.(dik)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.