Waspada Pencurian Ternak Menjelang Idul Adha

30
DIBERI MAKAN. Pemilik ternak, Odik memberikan makan hewan ternak miliknya di Desa Sukaraja Kecamatan Sindangkasih, Rabu (7/8).

CIAMIS – Menjelang Idul Adha rawan terjadi pen­curian hewan ternak. Maka dari itu, penjual atau pemilik hewan kurban harus menjaga ternaknya dengan saksama. Terutama yang berada di wilayah-wilayah perbatasan.

Kasubag Humas Polres Ciamis Iptu Hj Iis Yeni Ida­ningsih menyatakan, apa­rat kepolisian akan mening­katkan keamanan untuk men­cegah kriminalitas men­jelang Idul Adah. Salah satu­nya antisipasi pencurian he­wan kurban. “Jelang Idul Adha itu tingkat kerawanan pen­curian sangat rentan,” katanya kepada Radar, Rabu (7/8).

Iis juga mengimbau kepada masyarakat untuk turut serta menjaga hewan ternaknya dengan ronda malam. Pemilik hewan kurban harus lebih sering mengecek kandang.

Sejauh ini, kepolisian belum menerima laporan pencurian hewan ternak. Polres sudah berkoordinasi dengan polsek-polsek untuk melaksanakan patroli rutin ke perkampungan. Pihaknya juga sudah mendata para pemilik peternakan agar terawasi. “Kami sarankan kepada pemilik ternak, bila ada kejadian pencurian segera melaporkan ke polsek setempat,” ujar dia.

Menilik kasus sebelumnya, pencurian ternak itu biasanya melibatkan residivis. Mereka menyasar sapi atau domba. Mereka juga kerap memakai mobil APV atau Avanza untuk mengangkut hewan curian agar tidak dicurigai. “Hal itu berdasarkan pengalaman kasus yang kita tangani pada 2011, telah menangkap enam tersangka pencurian ternak yang menggunakan mobil APV,” katanya.

Adapun wilayah yang rawan pencurian hewan ternak yakni di Ciamis utara, selatan, Sindangkasih dan Cihaurbeuti. Wilayah tersebut sangat rentan lantaran masuk daerah perbatasan. Kepolisian mengharapkan kerja sama dengan masyarakat untuk melaporkan bila ada kendaraan-kendaraan yang mencurigakan. “Kami ingatkan kepada pemilik ternak agar meningkatkan ronda malam selama 24 jam, terutama jam rawan itu sekitar pukul 02.00 dini hari hingga jelang subuh,” katanya.

Peternak domba asal Kecamatan Sindangkasih, Odik (50) menjelaskan, di daerahnya memang rawan pencurian ternak. Setahun ke belakang, domba milik tetangganya juga dicuri. Maka dari itu, belakangan ini, dia lebih rutin mengecek kandang domba dan meronda malam. “Saya juga takut akan pencurian, makanya selalu mengintensipkan ronda,” kata warga Dusun Ciherang 1 Desa Sukaraja ini. (isr)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.