Siapa calon Bupati Tasikmalaya pilihan anda?

0.4%

0.9%

60.8%

2.3%

0.2%

4.4%

19.6%

11.4%

0%

0.1%

0%

0%

Waspada Serangan Orang Gila

232
0
DIDUGA ORANG GILA. Pria yang dicurigai mengalami gangguan jiwa, Odong (tengah) digiring Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Adi Nugraha SIK menuju ruang pemeriksaan Kamis (8/2). Saat dirazia di kawasan Alun-Alun Kota Tasikmalaya, Odong kedapatan membawa golok.

CIHIDEUNG – Polres Tasikmalaya Kota harus menyelidiki lebih dalam terkait adanya orang diduga gila membawa golok yang diamankan saat razia. Hal ini perlu disikapi serius untuk menjamin keamanan masyarakat.

Aktivis Persatuan Islam (Persis) Ikmal Isbahizzaman menjelaskan hasil razia Polres Tasikmalaya Kota dan Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP Damkar) yang menemukan orang gila bawa golok cukup aneh. Karena hal ini sangat jarang terjadi dan bersifat ancaman untuk masyarakat. “Kalau bawa rongsok atau barang bekas itu biasa. Kalau sudah golok apalagi kelihatan masih bagus itu jadi tanda tanya,” ungkapnya kepada Radar, Jumat (9/2).

Tidak menutup kemungkinan temuan itu berhubungan dengan fenomena orang gila yang menimbulkan kecemasan masyarakat. Apalagi penderita itu membawa golok. “Dia bisa saja melukai warga. Apalagi sekarang muncul fenomena penyerangan ulama yang dilakukan pelaku yang katanya orang gila,” terangnya.

Untuk itu polisi harus menelusuri temuan itu sedalam mungkin untuk mengungkap ada tidaknya unsur kesengajaan dari pihak-pihak tertentu. Jangan sampai penyelidikan hanya terpaku pada temuannya saja. “Harus bisa dicari tahu dia itu siapa dan kenapa bisa bawa golok,” tuturnya.

Wakapolres Tasikmalaya Kota Kompol Mujianto menjelaskan secara hukum pihaknya belum melihat terduga sebagai orang gila. Pihaknya akan mendatangkan saksi ahli di bidang kejiwaan untuk memastikan kondisinya. “Secara hukum kita melihatnya orang normal. Tapi nanti kita panggil saksi ahli untuk memeriksa kondisinya,” katanya.

Polres Tasikmalaya Kota juga sudah berupaya memberikan rasa aman kepada masyarakat terkait fenomena ini. Selain razia, Sat Sabhara sudah menginstruksikan jajaran polsek untuk melakukan hal serupa. “Jadi bukan hanya polres saja, tapi semua polsek kita instruksikan juga,” tuturnya

Kemarin, Forum Pondok Pesantren (FPP) berdiskusi untuk menyikapi fenomena orang gila di Masjid Ponpes Al-Mujahidin Kecamatan Cihideung. Dalam kesempatan itu hadir juga Wali Kota Tasikmalaya Drs H Budi Budiman, Wakapolresta Kompol Mujianto dan 264 kiai ponpes yang ada di Kota tasikmalaya.

Ketua FPP Ustaz Yusuf Roni menjelaskan sedikitnya ada delapan pesantren yang didatangi oleh orang tidak dikenal. Selain ditemukan secara langsung, ada juga yang meninggalkan sebuah tanda. “Bahkan ada orang asing yang ngambil foto plang. Itu kan aneh,” terangnya.

Wali Kota Tasikmalaya Drs H Budi Budiman mengaku prihatin dengan beberapa kejadian yang terjadi berkaitan dengan penyerangan orang gila kepada ulama. Dia berharap semua masyarakat termasuk di lingkungan pesantren untuk tenang namun tetap menjaga kewaspadaan. “Dan kalau ada apa-apa segera lapor polisi, jangan sampai main hakim sendiri,” tandasnya. (rga)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.