Waspada Teror, Fokus Objek Vital

8
PETAKAN KEKUATAN. TNI/Polri melaksanakan gelar pasukan kemarin (14/4). Mereka menyatakan kesiapannya mengamankan Pemilu 17 April 2019. ADEK BERRY / AFP

JAKARTA – TNI dan Polri berupaya mengamankan Pemilu serentak 2019. Minggu (14/4) Korps Bhayangkara bersama TNI menggelar apel pasukan dengan skala besar untuk mengamankan pemilu 2019. Setidaknya terdapat 4.200 personil tergabung dalam apel tersebut.

Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menjelaskan jumlah personil gabungan mencvapai 4.200 orang, baik dari TNI dan Polri. Namun, jumlah itu akan bertambah untuk kegiatan pasca apel. “Ada sejumlah kegiatan pasca apel tersebut,” jelasnya kemarin.

Jumlah personil akan menjadi enam ribu orang saat melakukan patroli objek vital di Jakarta. Berbagai objek vital seperti pelabuhan, bandara, BUMN dan tempat berkumpulnya masyarakat. “Patroli ini untuk memberikan rasa aman,” ujarnya.

Tak hanya itu, karena momentum pemilu ini biasanya wajah kota dipenuhi dengan baliho dan spanduk kampanye, maka Polri dan TNI akan mengawal satpol PP membersihkan alat peraga kampanye tersebut. “Jadi, tak hanya patroli,” terangnya.

Dedi menjelaskan bila digabungkan dengan personil yang menjaga TPS di Jakarta, maka jumlahnya bisa mencapai 36 personil. Tentunya semua bersiap untuk melakukan pencegahan adanya gangguan keamanan. “Jumlahnya ini sesuai dengan prediksi potensi kerawanan,” ujarnya.

Di Jakarta dan sekitarnya, terdapat sejumlah daerah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi. Yakni, Jakarta Barat dan Tangerang Selatan. Penetapan daerah rawan ini dikarenakan daerah tersebut memiliki risiko tinggi terjadi konflik sosial akibat pemilu. “Maka penebalan personil dilakukan,” jelasnya.

Untuk seluruh Indonesia, Polri telah menyiapkan 271.880 personil dan akan dibantu 68 ribu personil TNI. Dia menjelaskan tidak hanya konflik sosial yang coba dicegah. Namun, juga kemungkinan terjadinya aksi teror. “Itu menjadi salah satu yang dipetakan,” tuturnya.

Apalagi mengingat beberapa waktu lalu sempat terjadi bom bunuh diri di Sibolga, serta penangkapan berantai terhadap 10 terduga teroris kelompok Sibolga. Ada pula empat terduga teroris yang diduga akan melakukan lone wolf. “Terorisme ini bisa saja memanfaatkan momentum,” papar mantan Wakapolda Kalimantan Tengah tersebut. (mhf/ful/fin)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.