Siapa calon Bupati Tasikmalaya pilihan anda?

0.1%

0.9%

60%

2.4%

0.2%

4.5%

20.1%

11.7%

0%

0.1%

0%

Waspadai Titik Rawan Kecelakaan

14
0

JAKARTA – Jelang libur Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 (Nataru) Kementerian Per­hu­bungan (Kemenhub) memetakan sejumlah titik rawan kecelakaan dan kemacetan. Penentuan titik tersebut telah dibahas dalam rapat koordinasi antara Kemenhub dan stakeholder terkait.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam keterangan tertulisnya menyampaikan titik krusial tersebut tersebar di Tol Trans Jawa, Tol Trans Sumatera, hingga pelabuhan penyeberangan di Merak-Bakauheni dan Gilimanuk-Ketapang.

“Tol Cipali kemungkinan rawan terhadap kecelakaan dan kekurangan rest area. Kemudian, Tol Layang (Elevated) Jakarta Cikampek yang akan segera dibuka pada pertengahan Desember juga menjadi perhatian,” katanya, Minggu (8/12).

Selain rawan kecelakaan, beberapa titik di ruas jalan tol juga rawan kemacetan. Untuk itu, Kemenhub telah menyiapkan langkah-langkah antisipasi.

Beberapa langkah tersebut di antaranya, pengoptomalisasian pembukaan tol gate, sistem jemput bola, penambahan petugas lapangan, dan optimalisasi Gerbang Tol Otomatis (GTO). Lalu, Penempatan Variable Message Sign (VMS) pada titik awal Jakarta–Cikampek Elevated (baik dari arah Jakarta maupun Cikampek) dan sistem buka tutup pada SPBU dan Rest Area di jalan tol apabila sudah terjadi kepadatan.

“Diprediksi puncak arus libur akan terjadi pada 20 hingga 24 Desember 2019. Sedangkan puncak arus balik diperkirakan terjadi pada 29 hingga 31 Desember 2019,” katanya.

Sementara Kepala Biro Humas dan Komunikasi Kemenhub Hengky Angkasawan mengatakan pihaknya bakal membuka posko angkutan libur Natal dan tahun baru. Monitoring posko dijalankan mulai 19 Desember 2019 hingga 6 Januari 2020.

Dia mengatakan pihaknya telah meminta pengelola jalan Tol Trans Sumatera untuk menambah rest area yang dilengkapi dengan fasilitas seperti SPBU hingga layanan kesehatan. Hal ini mengingat jarak antar pintu keluar tol cukup jauh.

“Untuk pelabuhan penyeberangan, diharapkan PT ASDP mengantisipasi dan meningkatkan pelayanannya termasuk soal keamanan dengan berkoordinasi bersama TNI dan Polri,” katanya.

Sementara untuk wilayah Indonesia Timur, dia menyebut adanya potensi kekurangan armada kapal. Untuk itu Dirjen Perhubungan Laut dan PT Pelni sebagai operator kapal diminta untuk berkoordinasi guna memetakan daerah mana yang berpotensi kekurangan armada kapal.

“Yang penting juga adalah di Indonesia Bagian Timur di Manado itu ada kekurangan kapal. Saya minta kepada PT Pelni, Dirjen Perhubungan Laut untuk memperhatikan itu bahkan bagi provinsi yang belum hadir di sini seperti NTT, Maluku, Maluku Utara, Papua, Papua Barat saya minta Dirjen Perhubungan Laut berkoordinasi karena kita memetakan daerah mana yang harus di supply tambahan kapal,” jelasnya.

Selain fokus pada sarana dan prasarana, dirinya juga meminta kepada BMKG dan Basarnas untuk fokus di sejumlah titik terutama di Selat Sunda, Banyuwangi, dan Bali.

Sementara dalam kaitan keamanan, Asisten Operasi Kapolri, Irjen Martuani Sormin mengatakan pihaknya akan menggelar Operasi Lilin selama 10 hari sejak 23 Desember 2019 hingga 2 Januari 2020. Ribuan personil dari unsur Kepolisian akan diterjunkan untuk mengamankan rumah ibadah hingga infrastruktur transportasi seperti bandara dan pelabuhan.

“Kami akan memberlakukan operasi lilin dengan melibatkan 120 ribu personel Polisi dan 70 ribu personel TNI untuk seluruh wilayah Indonesia. Adapun objek yang jadi perhatian adalah tempat ibadah, tempat hiburan, keramaian, mall, bandara dan pelabuhan itu diperkirakan sekitar 60 ribu personil,” ungkapnya. (gw/fin)

loading...
Halaman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.