Wawalkot Tasik Minta Emil Tinjau Ulang Soal Denda Rp100 Ribu Jika Tak Pake Masker

1742
3
JELASKAN BANTUAN. Wakil Wali Kota Tasikmalaya H Muhammad Yusuf menjelaskan bahwa bantuan dari Provinsi Jawa Barat tahap dua untuk masyarakat akan berupa uang tunai. Sedangkan untuk bantuan dari Pemkot Tasikmalaya direncanakan berupa paket sembako dan uang tunai. FIRGIAWAN / RADAR TASIKMALAYA

KOTA TASIK – Wakil Wali Kota (Wawalkot) Tasikmalaya, HM Yusuf minta Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ridwan Kamil (Emil) tinjau ulang kebijakan tak pakai masker di jalan raya bakal didenda Rp100 ribu.

Kebijakan tersebut bakal diberlakukan Emil akhir bulan ini dan dituangkan dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Jabar.

Nah, Pergub ini harus ditaati seluruh warga Jabar. “Itu (tak pakai masker didenda, Red) kan kebijakan provinsi. Ya kita lihat dulu nanti kalau sudah jadi Pergubnya seperti apa,” ujar Yusuf kepada radartasikmalaya.com, Kamis (16/07) sore.

“Kalau sanksi yang tak pakai masker di luar rumah itu sudah jelas sanksi sosial saja harusnya. Seperti menyapu jalan. Atau push up untuk warga yang masih muda,” sambungnya.

Terang Yusuf, jika diberlakukan harus dengan bayar uang itu maka masuknya sanksi tipiring maka harus melewati proses lain. Dan tak mungkin bayar di tempat kejadian.

“Kalau denda uang nanti jadi persoalan sosial di masyarakat. Kalau misalnya tukang becak lupa tak pakai masker masa harus didenda Rp100 ribu. Buat dapat uang Rp3.000 saja mereka sudah kesusahan. buat makan aja susah, apalagi bayar denda,” terangnya.

Loading...

Maka dari itu Yusuf berharap kebijakan itu ditinjau kembali. Atau tak harus diberlakukan di Kota Tasik nantinya. Atau, saran dia, kebijakan itu disesuaikan sesuai kondisi masyarakat di daerah.

“Saya sangat berharap kebijakan provinsi ini ditinjau ulang dan disesuaikan dengan kondisi yang ada di masyarakat Kota Tasik. Dengan sanksi sosial seperti itu juga mereka pasti akan sadar pentingnya pakai masker,” harapnya.

Jelas Yusuf, menurut dirinya para aparat penegak hukum juga akan keberatan dengan sanksi denda seperti itu.

“Karena tak akan sedikit orang yang akan protes soal itu. Soal relevan atau tidak itu kan kebijakan provinsi, tapi kami berharap ditinjau dan berlakukan sanksi sosial saja seperti bersih-bersih,” jelasnya.

(rezza rizaldi)

Loading...
loading...

3 KOMENTAR

  1. Rakyat sudah kesulitan dengan kondisi ekonomi saat ini bukan dikasih solusi, malah kang Emil nambah beban lagi….

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.