Wayan Meninggal Ditendang Sapi, Terkapar di Gundukan Kotoran

162
Ilustrasi

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

BALI – Seorang petani asal Banjar Kuwum, Desa Ababi, Karangasem, ditemukan tewas di dekat kandang sapinya. Korban diduga meninggal setelah ditendang sapi.

Korban diketahui bernama Ni Wayan Renci ditemukan tewas di Subak Bingin, Lingkungan Temege, Kelurahan Padang Kerta, Karangasem.

Menurut informasi, insiden bermula ketika sapi korban melahirkan anak sapi 12 Mei pekan lalu. Tahu sapinya melahirkan, Senin (14/5) sore korban menuju Subak Bingin, tempat sapinya dipelihara.

Namun, setelah itu korban tak kembali. Di lain sisi, adik korban I Komang Suardana (46) datang menengok korban.

Saat di TKP, saksi terkejut melihat korban tergeletak terlentang di atas gundukan kotoran sapi di dekat sawah.

Suardana sempat meraba korban, ternyata badannya sudah dingin serta kaku. Denyut nadinya jsudah tidak ada.

Spontan, adik korban berteriak minta tolong. Lalu saksi bertemu Komang Jati, 35. Keduanya kembali ke lokasi kejadian dan disertai dengan beberapa warga yang kebetulan melihat teriakan saksi.

Kemudian korban di bawa warga ke rumahnya sekitar pukul 15.00 wita. Baru sekitar pukul 17.00 wita Polsek Karangasem mendapat info dari Polsek Abang kalau ada kejadian tersebut.

Polisi lalu segera menuju rumah korban di Banjar Kuwum, Abang. Dokter dari Puskesmas Abang 1 I Wayan Restu langsung melakukan pemeriksaan jenasah korban didampingi tim Identifikasi Satreskrim Polres Karangasem.

Dari hasil pemeriksaan luar jenasah dalam kondisi lebam, kaku dan diperkirakan sudah meninggal lebih dari enam jam saat pertama kali korban ditemukan.

Saat mayat dimiringkan, keluar darah dari mulut korban. Ditemukan juga lecet di samping lengan kanan dan siku korban. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lainnya.

Polisi sendiri belum berani memastikan sebab-sebab kematian korban. Namun diduga korban tewas karena ditendang sapi miliknya.

Korban diduga berusaha memasukkan rahim sapi yang keluar dari kemaluanya. Anak korban Nengah Aprianta ikhlas dengan kematian ibunya. Anak korban juga menolak dilakukan otopsi dan menghentikan kasus ini.

(rb/tra/mus/mus/jpr/pojoksatu)

loading...