WhatsApps Down, Kembali ke Mainstream

19

JAKARTA – Pemerintah terpaksa membatasi sejumlah fitur di layanan aplikasi perpesanan WhatsApps. Fitur yang dibatasi pemerintah berkaitan foto dan video.

Langkah ini diambil sebagai antisipasi penyebaran berita hoaks berupa gambar dan video, yang berkaitan dengan aksi bentrok antara massa dan aparat kepolisian di sejumlah titik di Jakarta.

“Akses di media sosial akan dimatikan untuk menjaga hal-hal negatif tersebar di masyarakat seperti berita bohong dan provokasi” kata Wiranto dalam jumpa pers di Kantor Menkopolhukam Rabu, 22 Mei 2019.

Wiranto mengatakan pemerintah ingin menjaga masyarakat agar tidak terpengaruh informasi yang berbau hoaks.

Di tempat yang sama, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengatakan pembatasan fitur-fitur yang dilakukan untuk media sosial berbasis messaging system. Adapun pembatasan meliputi file foto dan video.

Rudiantara mengatakan pengguna WhatsApps akan mengalami pelambatan saat mengunduh atau mengunggah video serta foto.

“Nah jadi temen-teman dan kita semua akan mengalami pelambatan kalau kita ‘download’ (unduh) atau ‘upload’ (unggah) video kemudian juga foto,” tutur Rudiantara.

Ia pun meminta masyarakat memahami kondisi pembatasan ini. Kebijakan ini akan dilakukan sementara, namun ia belum menyebutkan kapan aturan ini berlaku.

Rudiantara meminta masyarakat untuk mengakses media mainstream sebagai sumber informasi “Justru kalau menurut saya kita sangat mengapresiasi media mainstream, biasanya mainnya di media sosial dan sekarang kita kembali ke media mainstream,” pungkasnya. (dal/fin)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.