Wiranto: Aksi Bela Tauhid Ditunggangi HTI

16

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Agama, Kementerian Dalam Negeri serta sejumlah Ormas Islam melakukan dialog Kebangsaan bertajuk ‘Dengan Semangat Ukhuwah Islamiyah, Kita Jaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa’ di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Jumat (9/11) pagi.

Dialog tersebut terkait pembakaran bendera bertuliskan kalimat Tauhid oleh oknum Banser pekan lalu.

Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Wiranto mengatakan, kesalahpahaman yang terjadi hingga muncul aski bela tauhid, telah diluruskan melalui dialog tersebut.

Pelaku pembakar bendera merasa bahwa yang dibakar merupakan bendera Hizbu Tahrir Indonesia (HTI) yang kini telah dibubarkan, namun lain sisi dalam konteks aqidah, bendera tersebut bertuliskan kalimat tauhid yang tidak boleh dibakar.

“Kita sangat bahagia terjadi kesepakatan bahwa ini ada kesalahpahaman yang tidak lagi boleh terjadi pada masa ke depan nantinya,” ujar Wiranto, usai dialog di Kantor Kemenkopolhukam, Jakarta, seperti dilansir Antara, Jumat, (9/11).

Dalam konteks pembakaran bendera di Garut, ia mengajak para pemimpin ormas Islam untuk tidak mencampuradukkan dengan ranah yang lain agar tidak semakin meluas.

“Semua menyadari semua permasalahan itu, sehingga kesimpulannya adalah bahwa semua sudah menerima apa yang sudah diselesaikan, baik penyelesaian hukum maupun penyelesaian organisasi dengan oknum yang terlibat dalam masalah itu,” kata Wiranto pula.

Ia menegaskan seluruh umat Islam harus ikut bersama-sama dengan aparat menjaga stabilitas keamanan, politik dan taat hukum agar Tanah Air damai dan rukun.

Mantan Panglin ABRI ini menduga, aksi bela tauhid yang diikuti ribuan orang beberapa hari lalu, telah ditunggai oleh pihak-pihak yang berafiliasi dengan HTI atau yang memiliki kepentingan politik.

“Terus terang, banyak yang kemudian nunggangin. Tadi saya tayangkan untuk demo yang 2 kali itu ternyata dimanfaatkan temen-temen HTI untuk tetap eksis sebagai organisasi,” kata dia.

“Saya juga ingatkan terkait teman-teman yang demonstrasi, hati-hati demo yang punya niat baik untuk membangun pemahaman yang positif terkadang ditunggangi pihak lain untuk kepentingan politik,” sambungnya.

dalam dialog itu, dihadiri oleh beberap ormas Islam seperti, PBNU, MUI, PP Muhammadiyah, Pemuda Muhammadiyah, Syarikat Islam, GP Ansor, Persaudaraan Alumni 212. (fin)

CALEG KITA

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.