Wisata Gunung Galunggung Tasik Ditutup, Para Pedagang Merugi

70
0
SEPI. Kawasan Objek Wisata Galunggung sepi karena dilakukan penutupan sementara pada libur akhir tahun untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, Minggu (3/1).
Loading...

SUKARATU – Objek Wisata Gunung Galunggung menjadi salah satu kawasan wisata yang ditutup Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tasikmalaya pada libur akhir tahun untuk memutus penyebaran Covid-19. Akibat penutupan itu para pedagang mengeluhkan nihilnya pendapatan.

Akibat penutupan sementara itu, tidak sedikit yang terpaksa menutup lapaknya setelah keluar surat imbauan dari pemerintah terkait ditutupnya objek wisata tersebut.

Darkim (53), pedagang kios di lokasi Objek Wisata Galunggung mengungkapkan sangat keberatan sekali dengan penutupan wisata. Karena dengan penutupan ini otomatis mata penceharian sehari-hari menjadi hilang dan harus mencari yang lain.

“Ditutupnya kawasan ini bukan lagi kehilangan omzet, tapi sduah hilang mata penceharian untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Sekarang kondisi pandemi saja sudah sepi pemasukan, sekarang ditutup sudah tidak ada lagi,” katanya.

Baca juga : Jadwal Shalat Wilayah Kota Tasik 04 Januari 2021

Loading...

Darkim mengaku sangat memahami kebijakan pemerintah terkait penutupan sementara objek wisata guna mencegah menyebarnya Covid-19. Namun di sisi lain, merugikan bagi pedagang yang biasa berjualan di lokasi wisata. Karena tidak ada lagi pendapatan yang bisa dibawa pulang ke rumah.

“Sekarang para pedagang harus banting setir mencari pendapatan lain. Karena keluarga tetap harus dinafkahi walaupun wisata ditutup sementara. Anak-anak dan istri kami nanti makan apa kalau kami tidak berjualan, jadi wajar banyak yang mengeluh dengan kondisi saat ini,” ujarnya.

Pedagang lainnya, Munaf (49) mengatakan tahun ini tentunya sangat berat khususnya pada libur akhir tahun baru ini dan berbanding terbalik dengan tahun sebelumnya. “Biasanya ketika tahun baru pengunjung cukup membludak. Sekarang jangankan membludak, objek wisatanya saja ditutup,” katanya.

“Kami sebagai pedagang tentunya sangat rugi ketika objek wisata ditutup. Tentunya kita berharap ketika tahun baru in, bisa mendapatkan keuntungan. Namun ini malah sebaliknya. Di sisi lain harus bertahan hidup mencari penghasilan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari bagi keluarga di tengah pandemi Covid-19 seperti saat sekarang ini,” ucapnya.

Pedagang lainnya, Winita (52) menambahkan, dirinya sadar bahwa dengan imbaun pemerintah sangatlah tepat dilakukan untuk meminimalisir penyebaran Covid-19.

Meskipun bagi pedagang sepertinya cukup merugi, karena tahun baru yang ditunggu-tunggu bisa meraup keuntungan dari berjualan, ini malah ditutup objek wisatanya.

“Saya dengar bukan hanya di Galunggung saja yang ditutup, melainkan objek wisata yang lainnya juga. Jadi bukan saya saja yang mengalami kerugian banyak, melainkan juga rekan saya yang lainnya mengalami kerugian sama dengan saya,” kata dia. (obi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.